Ini adalah Sequel "Jebakan" yang pernah ku post di salah satu part di kisahku ini.
Buat yang belum baca silahkan dibaca dulu terus lanjut kesini lagi yaw...
'
'
'
Sudah terhitung sebulan lebih semenjak malam kejadian sial yang menimpa Joohyun pada saat itu terjadi. Wanita itu yang dulunya ceria kini menjadi murung dan menutup diri. Hal tersebut tentu membuatnya kedua sahabatnya-Taeyeon dan Yoona merasa heran. Mereka yang penasaran bertanya kepada Joohyun, namun wanita itu hanya tersenyum tipis dan mengatakan bahwa ia baik baik saja.
" Wajahmu sangat pucat Hyun, apa kau yakin baik baik saja? " Tanya Taeyeon yang khawatir melihat keadaan sahabatnya itu.
" Aku tidak apa apa. " Wanita itu memegang kepalanya " Hanya sedikit pusing saja. " ia menjawab dengan senyum tipis.
" Apa jangan jangan kau sakit? " Taeyeon segera berdiri menghampiri kubikel Joohyun, wanita itu lantas menempelkan punggung tangannya pada dahi Joohyun kemudian ia terkejut saat merasakan suhu tubuh Joohyun yang panas. " Yaa Tuhan, badanmu sangat panas Hyun, kau sebaiknya tidak bekerja. "
" Aku tidak apa apa Eonnie. " Joohyun menyingkirkan tangan Taeyeon dari dahinya.
" Tidak apa apa bagaimana?! Kau pucat dan badanmu panas Hyun. Kau harus pulang dan beristirahat. "
Joohyun masih saja menolak " Aku tidak apa apa Eonnie, lagipula pekerjaanku masih banyak. " ucapnya dengan melirik berkas berkas diatas mejanya.
" Tap-- "
" Nona Seo Joohyun, anda dipanggil keruangan Presdir sekarang. " perkataan Taeyeon terpotong saat salah satu karyawan datang untuk memberitahu kabar untuk Joohyun.
" Baik. " Joohyun awalnya kaget tetapi ia tetap melakukan perintahnya tersebut.
Wanita itu kemudian melirik Taeyeon " Eonnie aku keruangan Boss dulu. "
" Oke, kau bisa sekalian idzin dulu. Tubuhmu sedang tidak baik, Hyun. "
Joohyun tersenyum tipis " Akan kucoba. "
Wanita itu kemudian berlalu dari hadapan Taeyeon menuju keruangan Presdir. Jujur saja ia sedikit gugup karena ini adalah pertemuan pertama mereka setelah ia dan sang Presdir-Cho Kyuhyun terbangun tampa busana di ranjang yang sama.
Saat diperjalanan perutnya kembali terasa kram, hal yang sudah sering terjadi selama seminggu ini. Ia kemudian berhenti untuk mengusap pelan perutnya agar rasa sakit itu menghilang, dan tindakan itu kembali berhasil menghilangkan rasa kram diperutnya.
Wanita itu kemudian masuk keruangan Presdir-nya setelah sebelumnya ia telah dipersilahkan masuk. Saat memasuki ruangan tersebut dilihatnya sang atasan yang masih fokus dengan tumpukan berkas yang ada di mejanya.
" Ada keperluan apa anda memanggil saya kemari? " tanya Joohyun langsung. Wanita itu tidak ingin berlama lama dalam satu ruangan dengan pria yang telah mengambil sesuatu yang berharga darinya.
" Duduklah terlebih dahulu. " perintah pria itu.
" Ada keperluan apa anda memanggil saya kemari? " Joohyun mengulang pertanyaanya. Ia tidak ingin membuang waktu, ia ingin cepat keluar dari ruangan ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
Serpihan Kisah
FanfictionBeberapa kisah yang ditulis atas kecintaan dan dukungan terhadap Seohyun dan Kyuhyun untuk menjadi pasangan di dunia nyata. © 2019 - AMDANICOLE
