" Jika sejak dulu aku sadar diri, munkin rasa sakit ini tak pernah kurasakan.
.
.
.
.
.
" Seohyun! " terdengar suara teriakan dari arah belakang yang membuat sang empunya menoleh.
" Hani ada apa? " Seohyun menyeritkan dahinya bingung.
" Pak Lee meminta kita untuk mengikuti olimpiade fisika. " ucap Hani to the point.
" Huh? Benarkah? "
" Iya benar, ayo kita dipanggil keruangannya untuk membicarakan hal ini. " ucap Hani dan menarik pergelangan tangan Seohyun.
Seohyun merupakan siswi kelas 10 di Sooman High School. Ia salah satu gadis cerdas yang sering diikutkan dalam Olimpiade Sains dan bersaing tingkat nasional.
Saat ini mereka telah sampai didepan pintu ruangan Pak Lee, Seorang guru fisika yang bisa menangani para siswa yang akan mengikuti olimpiade sains. " Ayo kita masuk! " ucap Hani.
Hani membuka pintu dengan diawali ketukan dan juga Salam. Segera Ia masuk diikuti dengan Seohyun dibelakangnya.
Saat masuk ternyata Pak Lee tidak ada, yang ada hanya seorang pemuda bertubuh tegap yang duduk membelakangi mereka.
" Maaf, Pak Lee dimana yah? " tanya Hani pada seseorang itu. Spontan pemuda itu menoleh, Seohyun membelakkan matanya saat mengetahui siapa pemuda itu, jantungnya tiba-tiba berdetak cepat.
" Eh Kak Kyuhyun ikut olimpiade fisika juga? " tanya Hani bingung.
Pemuda itu hanya mengangguk dan melirik kearah Seohyun sekilas. " Pak Lee sedang ada urusan sebentar, Ia akan kembali. " jawab pemuda itu datar.
Hani hanya manggut-manggut sedangkan Seohyun terdiam menunduk.
Tuutt... tuutt ...tuutt
Terdengar bunyi handphone dari saku seragam sekolah Hani, Ia langsung saja melihat ID penelponnya " Eh Ibuku nelpon aku keluar jawab teleponnya dulu yah. " ucap Hani pada Seohyun.
Seohyun berniat mencegah Hani untuk keluar, namun gadis sudah benar-benar menghilang dibalik pintu. Tinggallah Ia dan Kyuhyun didalam ruangan itu.
" Kau lagi, Apa kau tidak bosan mengikutiku terus?! " tanya Kyuhyun tajam.
" Maksud Kakak apa? " Seohyun menyeritkan dahinya bingung, sungguh Ia tidak mengerti maksud pemuda didepannya.
Kyuhyun tertawa mengejek " Jangan berpura-pura tidak tahu, Aku tahu kau mengikutiku hingga Ikut di olimpiade fisika lagi kan? "
" Maksud Kakak apa? Aku gak ngikutin Kakak, Aku diminta oleh Pak Lee untuk Ikut olimpiade ini. " ucap Seohyun mencoba menjelaskan.
Kyuhyun masih saja memasang tampang mengejek " Aku tahu Kau menyukaiku. "
Deg
Seohyun membelakkan matanya kaget, tubuhnya menegang mendengar perkataan Kyuhyun. Darimana pemuda ini tahu?
" Kenapa? Kaget? " ucap Kyuhyun sinis.
Rasanya Seohyun ingin menangis, tubuhnya bergetar. Ia hanya bisa tertunduk.
" Aku benci bila ditempatkan di event yang sama denganmu lagi! "
Bagai tertusuk duri, hatinya sakit mendengar pengakuan Kyuhyun, apa sebesar itu kebenciannya padaku?
" Ma--maaf, Aku tidak akan ikut olimpiade ini. " ucap Seohyun bergetar menahan tangis. Ia segera berlari keluar ruangan.
" Baguslah! "
*
Seohyun berlari kearah Toilet dan menangis sejadi-jadinya disana. Itu tadi apa? Apa Ia dihina? Apa itu adalah penolakan?
Gadis itu belum mengerti nama dari rasa sakit didadanya. Apa ini yang dinamakan patah hati? Ia memegang dadanya yang terasa sakit, memukul dadanya kecil berharap menghilangkan rasa sakitnya namun ternyata tidak, malah rasanya bertambah sakit.
Munkin Seohyun salah telah menyukai Kyuhyun. Pemuda tampan yang begitu pandai dan populer disekolah, seharusnya Seohyun bercermin dulu sebelum menyukainya. Kalau saja sejak dulu Ia sadar diri munkin rasa sakit ini takkan pernah Ia rasakan.
Namun ini semua sudah menjadi takdir yang harus dijalaninya, Ia harus menghadapinya. Mulai sekarang Ia bertekad menghapus perasaan konyolnya yang takkan pernah terbalas. Ia memandang dirinya dicermin dan tersenyum mengejek.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Hehe ini sebenernya terinspirasi dari mimpi aku lagi sih🌚 semoga suka yah yeorobun! Jangan lupa voted and comment💕
KAMU SEDANG MEMBACA
Serpihan Kisah
Fiksi PenggemarBeberapa kisah yang ditulis atas kecintaan dan dukungan terhadap Seohyun dan Kyuhyun untuk menjadi pasangan di dunia nyata. © 2019 - AMDANICOLE
