Mukenah

321 20 0
                                        

Minggu, merupakan hari yang paling banyak disukai oleh banyak orang karena hari libur. Hari minggu orang-orang memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya, ada yang berlibur, berbelanja, membersihkan rumah bahkan mencuci.

Sama halnya seperti Joohyun lakukan saat ini. Ia memanfaatkan waktu liburnya dengan mencuci semua pakaiannya yang telah menumpuk selama seminggu. Ia bukannya gadis pemalas, namun jadwal kampusnya yang padat membuatnya tidak punya waktu untuk mencuci.

Tak terasa waktu sudah menunjukan hampir shalat dzuhur ketika Ia hampir menyelesaikan cuciannya, hanya tinggal dijemur saja. Ia akan melakukannya nanti saat ba'da dzuhur.

Kali ini beda dengan hari-hari sebelumnya. Ia tidak akan shalat dirumah melainkan di masjid. Sebenarnya salah satu tujuannya ke Masjid adalah ingin melihat Kakak senior yang juga tetangganya disana. Cho Kyuhyun namanya, pemuda tampan dan shaleh yang sering shalat berjamaah di Masjid.

Ia ingin melihat pemuda itu lagi. Membayangkannya Joohyun jadi senyam-senyum sendiri seperti orang gila.

" Ah aku harus cepat! "

Dengan perasaan senang Joohyun berjalan kaki ke masjid yang terletak tidak jauh dari rumahnya.

Usai shalat dzuhur, Joohyun celingak-celinguk kearah shaf Ikhwa mencoba mencari keberadaan pemuda tersebut. Namun nihil, pemuda tersebut tidak ada, munkinkah Ia shalat di masjid lain?

Joohyun sedikit kecewa dengan hal ini, Iapun segera pulang tanpa memikirkan pemuda itu, yang Ia pikirkan sekarang adalah cuciannya yang belum dijemur. Gadis itu berjalan sedikit cepat untuk sampai kerumah.

Saat tiba di depan rumahnya Ia terkejut bukan main. Hampir saja Ia pingsan karena kakinya mendadak lemas. Ia membulatkan matanya tidak percaya dengan apa yang didepannya.

Pemuda yang Ia cari di Masjid tadi kini ada dihadapannya, dan yang paling mengejutkan Ia sedang menjemurkan Mukenah Joohyun.

Dengan perasaan tidak enak dengan cepat Joohyun bertanya " Kenapa Oppa yang jemurin cucianku? "

Pemuda itu tidak menjawab. Ia hanya membalas pertanyaan Joohyun dengan senyum manisnya. Membuat kaki Joohyun semakin lemas.

Tiba-tiba pandangan Joohyun kabur dan akhirnya gelap~

.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

Hehehe.. sebenarnya ini terinspirasi dari mimpi aku terus kepikiran mau buat versi SeoKyu🌚

Serpihan KisahCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang