Wedding Dress

327 19 0
                                        

" Jika tidak bisa menghapus seseorang dari ingatanmu munkin memang Ia sudah ditakdirkan untuk ada disana. Sudahlah manusia akan melupa pada saatnya. "

.
.
.

Seorang gadis bersurai cokelat tengah duduk sendirian di sebuah bangku Cafe dengan dua cangkir Moccachino diatas meja. Sebenarnya Ia tidak benar-benar sendiri, seseorang akan datang menemaninya sebentar lagi.

" Seohyun maaf aku telat, soalnya tadi isi bensin dulu hehe . " Ucap seorang gadis manis yang tiba-tiba datang dengan cengirannya.

" Ck kau kebiasaan, lihatlah Moccachino yang kupesankan untukmu jadi dingin. " ucap Seohyun dengan sedikit kesal.

" Hehe maaf, lagian aku suka kok yang dingin biar bisa langsung kuteguk. " gadis manis bernama Hyoyeon itu terkekeh. " Ngomong-ngomong ada apa kau memanggilku kesini? " tanyanya dengan bingung.

" Aku hanya ingin curhat. " Jawab Seohyun santai sambil mengesap Moccachino-nya.

" Tentang Dia lagi? " Tanya Hyoyeon.

Seohyun tidak menjawab pertanyaan Hyoyeon, Ia malah menunjukan sebuah foto yang didalamnya berisi Seorang Pria dan Wanita berpakaian pengantin.

" Seohyun I-ini.. " ucap Hyoyeon terkejut.

" Kau juga terkejut rupanya, sama sepertiku. " ucap Seohyun tersenyum.

" Apa foto ini benar-benar Dia? " tanya Hyoyeon ragu.

" Iya, itu benar dia, Kyuhyun dan Sohee. " ucap Seohyun dengan masih tersenyum.

" Ternyata rumor itu benar, Aku pikir dulu hanya gossip saja. " tukas Hyoyeon.

" Itu memang benar, seharusnya dari dulu Aku berhenti, tapi dengan bodohnya Aku malah melanjutkannya. " ucap Seohyun lirih dengan tersenyum.

" Seohyun, kau jangan pura-pura tersenyum seperti itu sedangkan hatimu hancur. "

" Lalu Aku harus apa? Apa aku harus marah-marah dan menyantet mereka? " ucap Seohyun dengan tertawa kecil.

" Seohyun... "

" Aku sadar bukan siapa-siapa jadi mengapa harus marah? atau menangis sejadi-jadinya? lagipula dengan bertindak seperti itu tidak akan mengubah segalanya, malah membuat semuanya semakin kacau. " Ungkap Seohyun dengan senyuman yang masih setia dibibirnya.

" Bisakah kau hentikan senyuman itu?! Aku tahu hatimu hancur jangan berpura-pura Seohyun. Aku tidak suka melihatmu seperti ini, lebih baik kau marah-marah daripada tersenyum seperti ini. " geram Hyoyeon muak dengan sikap Seohyun.

" Aku tidak apa-apa, sungguh. " ucap Seohyun dengan tetap tersenyum mencoba menenangkan Hyoyeon yang nampak kesal dengannya.

" Seohyun, Aku tahu Kau sangat mencintainya, sangat susah untuk melupakannya apalagi dia adalah Boss ditempatmu bekerja, kau akan sering menemuinya dan itu akan sangat menyakitkan untukmu. "

Seohyun terdiam sesaat memikirkan perkataan Hyoyeon. Apa yang dikatakannya memang benar.

" Jika tidak bisa menghapus seseorang dari ingatanmu munkin memang Ia sudah ditakdirkan untuk ada disana. " ucap Seohyun tersenyum " Sudahlah manusia akan melupa pada saatnya. " lanjutnya dengan masih tersenyum.

Hyoyeon tidak bisa berkata apa-apa lagi saat kata-kata bijak terlontar dari bibir Seohyun. Ia seperti ingin menangis menyaksikan sahabatnya yang sedang berpura-pura tegar saat ini.

" Hey.. kenapa malah kau yang terlihat sedih? " tanya Seohyun bingung " seharusnya Aku, kan Aku yang lagi patah hati. " lanjutnya dengan wajah pura-pura kesal.

Hyoyeon tersenyum lalu memukul bahu Seohyun pelan yang membuat sang empu merintih pura-pura kesakitan.

" Tenang, aku akan menunggu Duda-nya. "

" Seohyun kau jangan gila! "

*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*

Hehe aku datang membawa cerita yang berdasarkan mimpi aku lagi🌚 semoga suka yah yeorobun!

Serpihan KisahCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang