aku tidak bisa keluar. kau tahu itu
semakin keras aku berteriak
semakin erat pelukan yang ia berikan
mungkin, saat itu semesta sedang bergaya
bercermin di depan matamu yang rabun
sedang di sana
ada aku. yang kian terperangkap
jauh sebelum ia melepas pelukan
dan membuat aku kuyup oleh puisi kehilangan
kau tahu itu.
—para
KAMU SEDANG MEMBACA
Di Bawah Kolong
Poetry[kumpulan puisi] ❛❛ sedari dulu aku selalu menjadi penonton. melihat semuanya dari luar pagar. entah siapapun pemilik rumahnya aku selalu terjebak dalam ketakutanku sendiri. atau mungkin, sudah seharus...
