berangkat bareng

73 29 32
                                        

HALLOW READERS

Selamat pagi, selamat siang, selamat sore, selamat malam, selamat - selamat apalah itu author agak ngarti.

Oh iye guys
Maaf Author baru bisa up lagi hari ini ...
Maafin ya 🙏🏻

Selamat membaca
Jangan lupa vote, coment and share

🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸

"Iya Bunda, mau ngomong apa emang?" tanya Yaya semakin penasaran.

Hauri membenarkan duduknya sebelum berkata, "Jadi bagaimana kesannya di hari pertamamu sekolah, Sayang?" tanya Hauri.

"Biasa aja Bun, ga beda jauh lah sama pas pertama kali masuk SMP. Tapi kayaknya temen-temen Yaya yang sekarang seru-seru deh, soalnya ... tadi di grup kelas rame banget padahal kan ini masih hari pertama, mereka uda akrab banget," jelas Yaya.

"Tapi ... Yaya belum ada yang kenal sih sama mereka, Yaya baru kenal tiga orang, mereka Rissa, Kenzo, sama Rafqi  hehehehe." Yaya menertawakan dirinya sendiri.

"Kenapa baru tiga?" tanya Hauri lagi.

"Ya... karena yang ngajak Yaya kenalan baru tiga." Yaya menjawab dengan santai.

"Kamu nggak ngajakin kenalan?" Hauri masih penasaran.

"Ngajakin Bun, si Rafqi karena  dia temannya Rissa, selain itu nggak ada, lagian ngapain coba? Mending Yaya tidur, kalau ga baca buku atau novel," tutur Yaya.

Hauri menggeleng-gelengkan kepalanya, dia tidak habis fikir dengan jawaban Yaya.

"Jadi ini yang mau Bunda sampaikan?"

"Iya," jawab Hauri. Sebenernya bukan itu yang ingin ia sampaikan, tapi ya sudahlah, mungkin ini belum waktunya Yaya mengetahui semuanya.

Setelah bercerita panjang lebar dengan Hauri Yaya memutuskan kembali kekamar untuk tidur.

Setibanya dikamar, Yaya langsung bergegas menuju kamar mandi untuk cuci muka dan gosok gigi, Yaya juga tidak lupa memasang alarm 20 menit sebelum azan subuh.

_____________________________

Pagi harinya

Seperti biasa sebelum subuh Yaya mandi lalu merapikan kamarnya kemudian melakukan salat subuh berjamaah. Bedanya pagi ini mereka tidak salat subuh dikamar Yaya melainkan dikamar Hauri. Mereka melakukan salat subuh bertiga dengan posisi Khay sebagai imamnya.

Setelah salat subuh Yaya dan Khay kembali kekamar masing-masing. Yaya kembali kekamar untuk sekedar mengambil tas dan memakai bedak serta lip tint. Setelahnya Yaya turun kedapur untuk membantu Bundanya menyiapkan sarapan, ya walaupun Yaya tidak tau akan membantu apa.

"Hallo eperibadi Nafisha Ayunidya Rivandra yang cantik jelita bak primadona siap untuk menyambut kejutan-kejutan manis yang diberikan oleh Allah Yang Maha Esa," ujar Yaya sambil melambaikan tangan seperti artis di atas panggung.

"Ciee, yang lagi bahagia banget di jemput pacar." Hauri menyindir Yaya.

"Hah? Siapa Bun yang di... Rafqi?" Ucapan Yaya terpotong "Ngapain lo pagi-pagi Uda dirumah gua?" lanjutnya.

"Minta makan," jawab Rafqi cuek.

"Apa! kenapa ga minta kerumah Rissa? kenapa harus jauh-jauh kesini?" tanya Yaya, "eh, lagian ya ... lo kan anak orang kaya!"

"Ya terserah gua dung, lagian Tante ga masalah tuh, iya kan, Tan?"

"Iya ganteng," jawab Hauri. "Lagian kamu itu kenapa sih sayang, galak banget sama pacar sendiri."

Ayunindya (ON GOING)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang