Cogan yang malang

48 14 25
                                        


HAPPY READING GUYS

Jangan lupa vote and coment

_______________🔥🔥🔥________________

Yaya memasuki UKS, terlihat disana ada Rafqi yang sedang mengobati lukanya di bantu oleh seseorang yang sepertinya adalah anggota PMR yang bertugas. Yaya menghampiri mereka.

"Hai!" sapa Yaya berbasa-basi. Cewek yang mengobati Rafqi hanya membalas sapaan Yaya dengan anggukan.

"Gimana, ada esnya?" -Rafqi.

"Ada, nih!" balas Yaya sambil menunjukkan plastik yang dia bawa.

"Maaf, kak! Apakah ada kain untuk mengompres?" tanya Yaya sangat hati-hati. Cewek itu lagi-lagi tidak menanggapi Yaya dengan bersuara, dia hanya mengangguk kemudian pergi mengambil kain untuk mengompres.

Yaya menatap heran ke cewek tersebut dan bertanya-tanya dalam hati. Kenapa dia diam saja? Apakah dia sariawan atau sakit gigi sehingga tidak dapat berbicara? Apakah dia sedang patah hati?
Ah, persetan! Kenapa gua mikirin hal yang gak penting.

"Nih kak, tolong kamu obatin ya kak," ucap Yaya sambil memberikan kantong plastik berisi es ke anak PMR tersebut saat tiba di sampingnya dan langsung diterima.

"Kenapa nggak Lo aja, Ya?" tanya Rafqi.

"Kalau ada anak PMR, kenapa harus gua?" jawab Yaya enteng sambil berjalan menuju kursi yang ada disini kanan tempat tidur yang ditempati Rafqi, kemudian mengambil roti yang dia beli dikantin tadi dan memakannya.

Yaya melahap rotinya sambil sesekali meminum susu kotak kesukaannya. Dia sudah berinisiatif menawarkan kepada Rafqi maupun anak PMR tersebut, tapi mereka menolak. Tidak ambil pusing, karena Yaya lapar dan belum sarapan, dia menghabiskan semuanya sendiri.

🌼🌼🌼🌼🌼

Bel masuk sudah terdengar sejak 20 menit yang lalu. Semua murid sudah duduk rapi dikelas masing-masing sambil mendengarkan penjelasan guru mereka. Namun berbeda dengan Rafqi dan Yaya yang masih santai didalam UKS. Yaya sudah berniat kembali kekelas namun selalu dilarang oleh Rafqi dengan berbagai alasan yang dia buat-buat agar Yaya tetap menemaninya.

Yaya sudah cukup bosan dan kesal disana, bagaimana tidak? Rafqi malah diam, tidak berbicara bahkan tidak menjawab pertanyaan Yaya. Sekedar mengangguk atau menggeleng saja tidak.

Yaya berdiri untuk kembali kekelas. Lagi-lagi tangannya ditarik oleh Rafqi. Sungguh aneh cowok zaman sekarang. Yaya dibuat bingung dengan perlakuan Rafqi kali ini. Dia benar-benar tidak mampu lagi memendam kekesalannya.

"Apasih mau, Lo?" tanya Yaya dengan nada yang terdengar tegas.

"Gua mau Lo gak marah lagi sama gua," jawab Rafqi lembut.

"Astaga, Rafqi! sejak pagi juga gua udah bilang kan? Gua gak marah sama elu," balas Yaya sambil mengusap wajahnya sendiri, kemudian menghentikan tangannya dikedua pipinya lalu mengapitnya. Yaya memasang wajah yang sangat imut baginya.

"Emang tampang gua keliatan kayak marah gitu?" Lanjutnya.

"Ya enggak sih! Lo kelihatan jadi cuek aja gitu."

"Dih biasa aja padahal! Lo aja tuh baperan." Yaya menekan kata baperan, kemudian menjulurkan lidahnya.

"Kok iya, Ya?" ucap Rafqi menyadari bahwa dirinya baperan. Dia jadi malu sendiri.

"Udahlah, lupakan! Yuk kekelas!" Yaya berjalan keluar UKS.

📓Dikelas🖋️

Ayunindya (ON GOING)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang