Tabah dan sabar

37 6 0
                                        

Malam guys
Maaf banget baru up
Kemarin benar-benar sedang dalam mode ga baik
Jadi jarang interaksi dengan hp
Maaf ya semuanya






✨HAPPY READING ✨
____________________________________

"adik kamu mana, Bang?" tanya Hauri pada Khay.

"Kayaknya dikamar, Bun."

"Kok enggak turun, apa dia enggak lapar?"

"Oh iya ya, Yaya kan belum makan." Khayri menepuk dahinya.

"Ya udah biar Bunda lihat dulu kekamarnya."

Hauri pun beranjak dari ruang keluarga menuju kamar Yaya.

Tok... Tok... Tok...

Tidak ada sahutan dari dalam kamar, lalu Hauri memutuskan untuk masuk begitu saja. Setelah membuka pintu kamar Yaya, tidak terlihat ada orang disana, namun samar-samar terdengar nyanyian dari balkon. Hauri mendekat suara tersebut, dia yakin itu adalah suara Yaya.

Ayah dengarkanlah
Aku ingin berjumpa
Walau hanya dalam mimpi

Seperti disambar petir, hati Hauri terasa sangat sakit ketika mendengar dengan jelas lirik lagu yang Yaya nyanyikan. Tanpa perintah, air matanya mengalir membasahi pipi.

Lihatlah hari berganti
Namun tiada seindah dulu
Datanglah, aku ingin bertemu
Untukmu, aku bernyanyi

Hauri tidak menyangka bahwa putri kecilnya sangat tersiksa dengan kenyataan pahit ini. Dia merasa bersalah karena telah memisahkan Yaya dengan sosok pelindungnya.

Hauri berniat untuk mendatangi putrinya, namun ia pikir ini bukan waktu yang tepat. Yaya pasti butuh waktu sendiri untuk menenangkan hatinya yang gundah. Akhirnya Hauri memutuskan untuk kembali ke ruang keluarga.

"Eh, Bunda! Yaya mana, Bun?" tanya Khayri saat ia menyadari kehadiran bundanya.

"Sudah tidur, mungkin kecapekan." Hauri sengaja berbohong.

"Abang kekamar gih, istirahat. Jangan ganggu adik kamu loh ya!"

"Iya, Bunda."

Khayri langsung beranjak menuju kamarnya. Ia tidak pernah membantah perintah bundanya, walaupun sebenarnya dia bisa kalau dia mau.
Baginya Hauri adalah orang yang sangat berarti. Hauri adalah ibu tunggal di keluarga mereka. Karena itulah Khayri selalu patuh terhadapnya.

Keesokan harinya...

Yaya baru keluar dari kamar mandinya dan sudah menggunakan seragamnya. Dia bangun lebih siang dari sebelumnya, karena dia tidak berkewajiban sholat subuh.

tau kan guys Yaya lagi kenapa? -Author.

Dia duduk dimeja riasnya. Terlihat matanya sudah segar, tidak seperti tadi malam. Kemarin sebelum tidur, Yaya terlebih dahulu mengompres matanya dengan kain yang direndam air dingin.

Yaya juga tidur dengan posisi kepala lebih tinggi. Selain membuat dirinya tenang, posisi tidur tersebut juga menjadi mengempeskan mata yang bengkak akibat nangis.

Teori tersebut Yaya dapatkan dari sang Ayah saat ia masih berusia enam tahun. Saat itu Yaya menangis cukup lama karena harus pindah sekolah. Dia menangis tidak mau dipisahkan dengan sahabatnya.

Flashback on

"Sini sayang!" panggil Hauri. Saat itu Yaya sedang duduk di sofa sambil membaca buku. Hari itu tepat dihari Minggu.

Ayunindya (ON GOING)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang