Karena author udah lama enggak update...
Hari ini author kasih bonus part
Jangan berpaling sebelum ending
Love you
✨ HAPPY READING ✨
_____________________________________
Rafqi meletakkan kepalanya di atas meja. Kepalanya tiba-tiba pusing setelah upacara tadi. Rafqi memejamkan matanya berniat untuk tidur beberapa menit kedepan.
Namun, diluar kelas tiba-tiba berisik. Bahkan teman kelas Rafqi sudah banyak yang berbaris di jendela. Entah apa yang membuat mereka seantusias itu.
"Woy berisik! ngapain sih, Lo pada?" ucap Rafqi kesal.
"Biasa aja, dong!" jawab seseorang.
"Ada murid baru, katanya cantik banget kayak artis Korea," jelas Kenzo.
"Lo gak ikutan?"
"Gua mah udah punya yang lebih cantik."
Kenzo menjawab sambil melirik seseorang yang sedang asyik mengobrol dengan teman sebelahnya.
Rafqi memutar bola matanya jengah. Dia tau orang yang dimaksud Kenzo itu siapa. Kenzo selalu mengusik ketenangan Rafqi demi mendapatkan informasi tentang cewek tersebut.
Rafqi kembali menutup matanya. Sekarang posisi Rafqi bersandar di kursi dengan tangan sebagai bantalan. Beberapa menit kemudian kelas sudah berubah menjadi sunyi.
Rafqi membuka matanya. Ternyata Bu Wulan sudah berdiri di depan sana dengan seorang cewek di sebelahnya.
"Assalamualaikum, anak-anak."
"Wa'alaikumussalam warahmatullahi, Bu."
"Anak-anak, hari ini kalian kedatangan teman baru. Dia pindahan dari Amerika. Silahkan perkenalkan diri kamu, Nak!"
"Halo, semuanya! Perkenalkan nama saya Keisya Fathuljannah. Panggil saya Key, atau Fatha. Mohon kerjasamanya. Terimakasih." Key memperkenalkan diri dengan sopan.
Keisya! Keisya Fathuljannah?
Rafqi melototkan matanya. Dia memperhatikan key dengan intens.
Jika dia key, kenapa wajahnya sangat berbeda?
Rafqi bertanya-tanya dalam hati.
Disisi lain, Yaya yang sedang menyiapkan alat tulisnya pun langsung terhenti. Matanya sekarang sudah fokus ke arah depan, tempat key sedang berdiri.
Apakah kau benar Keisya? Sahabat kecilku dulu?
Yaya bermonolog dalam hati, kemudian dengan cepat ia menggelengkan kepalanya.
Tidak mungkin! Orang tua key sudah mengirim surat dan foto pemakaman key di Amerika sana. Ini hanyalah kembar nama bukan orang yang sama. Lihatlah Yaya, wajahnya sungguh berbeda, batin Yaya meyakinkan diri sendiri.
"Ada yang mau bertanya kepada Key?"
Kok cantik banget sih, Key?
Bagi nomor WhatsApp dung!
Info skincare nya dung!
Jomblo kan, Key? Jalan sama gua yuk?
"Bertanyalah yang penting saja!" Bu Wulan mengintruksikan.
Tiba-tiba Yaya angkat tangan.
"Iya, Yaya, kamu mau tanya apa?"
"Enggak, Buk! Saya mau izin ke kamar mandi."
KAMU SEDANG MEMBACA
Ayunindya (ON GOING)
Подростковая литература[JANGAN LUPA FOLLOW TERLEBIH DAHULU] Jangan lupa vote and coment sebagai bentuk menghargai karya orang lain 😊 inilah kisah masa putih abu-abu seorang anak perempuan dari keluarga yang sangat disegani di kotanya bahkan terkenal hingga luar negeri. N...
