Malem guys ...
Gimana kabarnya hari ini?
Jangan lupa bersyukur yups...
HAPPY READING 😎
"Iya, gua Yaya! Nafisha Ayunidya Rivandra." Yaya angkat suara. "Kenapa sih emangnya?" tanya Yaya penasaran.
"Iya, kenapa sih? To the point aja elah, pakai bertele-tele kek wartawan," tanya Rissa yang tidak kalah penasaran.
"Hehehe maaf, Sa!" jawab salah satu dari mereka.
"Gpp sih Ya, kita-kita cuma mastiin aja, bener atau nggak Lo itu Yaya yang lagi di bicarain sama anak-anak SMA Taruna Bangsa," jawab yang lainnya.
"Hah? bicarain gua?" Yaya melongo tak percaya.
"Iya," jawab mereka serentak.
"Oh ya kenalan dulu dung, masa sekelas kagak kenal. Gua Pandu Putra Adijaya, panggil aja Pandu atau sayang juga boleh," ucap Pandu dan langsung di jitak oleh temannya.
"Jijik uyyy, gua Bagas Alzirwan Althaf, panggil aja Bagas atau Alzier."
"Panggil Althaf boleh?" tanya Yaya dengan wajah tanpa dosa nya.
"Itu artinya lo manggil bapak dia," jawab Pandu diiringi tawa teman-temannya.
"Kalau gua Prasetyo Alexander, panggilannya Pras atau bisa juga Tyo." Pras memperkenalkan diri. "Asal jangan panggil Alex, soalnya itu..." ucapan Pras terpotong oleh Yaya, "Nama bapak lo kan?" dan dihadiahi anggukan oleh Pras.
"Nah kalau gua Ghibran Naufal Rizal, cowo paling ganteng di dunia. Panggil aja cogan."
"Ogah." Bukan Yaya yang menjawab melainkan Rissa.
"Eh btw, kenapa gua di bicarain sama anak-anak? emangnya gua buat salah? atau gua ada utang? atau gua salah sekolahan? oh atau karena gua ... " Yaya sengaja menggantung ucapannya, "ngutang di tempat mbok Yani."
"Gilaa... salah semua." jawab Pras.
"Lo cerewet juga ya ternyata," ujar Ghibran dan langsung di balas cengiran oleh Yaya.
"Jadi kenapa?" tanya Yaya serius.
"Lo di bicarain anak-anak karena banyak hal," balas Pandu, Yaya mengerutkan keningnya.
"Pertama, karena lo cantik, kedua, karena lo jadi Ratu sekolah waktu MOS, ketiga, ini nih yang paling heboh..." Pandu menarik napas dalam-dalam, "nama belakang lo itu Rivandra, sama kaya ketua RAYON... geng motor terkenal di Jakarta." lanjutnya dengan menekan kata Rayon.
"Mantan ketua, Dodol!" Bagas membenarkan.
"Ya itulah pokoknya," jawab Pandu.
Yaya hanya ber-oh-ria. Kemudian dia memakai earphone di telinganya kemudian menutup mata.
"Anjir! Gua udah jelasin panjang kali lebar, dan dia jawab 'Oh' doang," ujar Pandu kesal.
"Dahlah yuk balik, nyebelin emang nih anak," ajak Pras, Yaya hanya melirik sebentar kemudian menutup matanya lagi.
Kring... Kring... Kring...
Bel pertanda masuk berbunyi waktunya pelajaran dimulai. Semua siswa-siswi pun langsung masuk kekelas masing-masing.
Beberapa menit kemudian, guru paruh baya masuk ke kelas sambil membawa tas dan buku ditangannya.
"Selamat pagi semua!"
"Pagi, Pak!"
"Baiklah, perkenalkan nama saya Hadi, saya guru matematika di sekolah ini."
"Langsung saja buka buku kalian, kita mulai pelajaran."
Ditengah pelajaran tiba-tiba Yaya merasa tidak nyaman, perutnya sakit, sepertinya dia sedang kedatangan tamu.
"Pak!" Yaya angkat tangan.
"Iya, kenapa?"
"Izin kebelakang, Pak?" jawab Yaya dan langsung di balas anggukan oleh pak Hadi.
Setibanya di kamar mandi Yaya memastikan kebenarannya. Ternyata tamunya belum tiba.
Mungkin besok, batin Yaya.
Yaya merasa kepalanya semakin pusing dan tubuhnya sangat lemas, dia memutuskan kembali ke kelas untuk istirahat.
Tiba-tiba ...
Brukkkk
✨✨✨
Disinilah Yaya sekarang, disebuah ruangan kecil dengan bau khas seperti rumah sakit. Ya dimana lagi kalau bukan UKS.
"Ekhhh..." Yaya tersadarkan diri.
"Hai dik, akhirnya kamu sadar juga," sapa seorang siswi menghampiri nya.
"Kenalkan, aku Geisha, PMR di sekolah ini, aku kelas XI MIPA 1," lanjutnya.
"Hai kak, aku Yaya," balas Yaya. "Kenapa aku bisa ada disini kak?"
"Oh, kamu tadi pingsan di depan kamar mandi, terus di bawa kesini sama temen kamu," jelas Geisha.
"Temen aku? Cewe atau cowok kak?" tanya Yaya penasaran.
"Cowok, dia gak kenalan, sih! tapi dia tadi pakai seragam olahraga."
Olahraga? Berarti dia anak X MIPA 3! ucap Yaya dalam hati.
"Ya udah kak, aku balik ke kelas dulu ya kak," pamit Yaya.
"Iya dik, oh ya ... " ucap Geisha terpotong, dia seperti mengambil sesuatu di lacinya,
"ini, tadi temen kamu beliin sarapan, katanya kamu belum sarapan."
"Oh, makasih kak." Yaya menerima bungkusan yang diberi Geisha kemudian beranjak kembali ke kelas.
Saat keluar dari UKS, Yaya langsung dikagetkan dengan keberadaan seseorang.
"Astaghfirullah, kenapa berdiri disitu, sih! seru Yaya sedikit meninggi karena kaget.
"Gimana? udah sembuh?" ucapnya datar.
"udah," jawab Yaya.
"Syukur deh, lain kali kalau ke kamar mandi tuh ajak temen, punya temen kan?" perintahnya.
"Iya, eh btw ... lo siapa?" Yaya penasaran.
Bukannya menjawab cowok itu malah pergi meninggalkan Yaya begitu saja.
"Aneh!" lirih Yaya.
Gimana part ini guys?
Seru gak?
Jangan lupa vote and coment
Oh ya sorry ya baru up soalnya Author sibuk banget😭 eh bukan sibuk, tapi...
sok sibuk😂
Maafin ya🥳
KAMU SEDANG MEMBACA
Ayunindya (ON GOING)
Teen Fiction[JANGAN LUPA FOLLOW TERLEBIH DAHULU] Jangan lupa vote and coment sebagai bentuk menghargai karya orang lain 😊 inilah kisah masa putih abu-abu seorang anak perempuan dari keluarga yang sangat disegani di kotanya bahkan terkenal hingga luar negeri. N...
