22

2.4K 441 56
                                        

"DOR!!!"

"Ish! Kaget tau!"

"Aduh iya sakit sayang!!!"

Hyunjin cuma bisa teriak pas Jihoon nyubit kencang perutnya. Salah dia sih pake ngagetin Jihoon yang lagi bengong liatin hujan

"Kenapa belum pulang?"

Jihoon natap cowok berbibir tebal itu males
"Pertanyaannya klasik, ga mau jawab."

Hyunjin ketawa
"Yaelah, tinggal jawab doang beb."

"Ck."
Jihoon makin cemberut sementara Hyunjin masih nyengir
"Masih hujan! Liat sendiri kan!"

Hyunjin ngangkat kedua tangannya
"Wetss iya-iya. Santai dong beb, ngegas banget. aku cuma basa-basi biar ada bahan ngobrol sama kamu..."
Hyunjin majuin bibir bawahnya sok imut

Jihoon cuma melengos ga mau liat muka nyebelin itu.

"Sorry ga bisa ngaterin pulang. Mesti jemput beban dulu di mall."

Jihoon noleh, natap Hyunjin yang mandang dia dengan tatapan bersalah

"Pergi aja kali. Aku juga ga mau nebeng."
Jawab Jihoon ketus

Hyunjin ketawa
"Bener sih, tapi masih aja nyelekit yak"

Cowok itu ngelepas jaket jeans nya dan nyampirin pakaian itu di bahu Jihoon
"Sampai jumpa besok sayang!"

Cowok itu ngacak rambut Jihoon sekilas lalu nerobos hujan buat ke parkiran.
Ninggalin Jihoon yang sendirian lagi di lobi sekolah dengan jaket Hyunjin sebagai penghangat

Dasar

Padahal Jihoon sudah memakai sweater milik Hyunjin yang rencananya mau dia balikin hari ini
Tapi karena dingin Jihoon milih buat pake lagi

Lama cowok itu berdiri sampe akhirnya ada suara langkah kaki mendekat dan berhenti disampingnya.
Jihoon senyum tipis

"Hai Yoonbin."

Yoonbin noleh, natap Jihoon yang lagi mandang hujan didepan nya.

"Aku kira kamu bakal pergi."

Jihoon ketawa
"Pergi kemana? Hujan gini entar basah."

Wajah Yoonbin menyendu, natap Jihoon yang masih ga mau melepas pandangannya dari hujan

"Kamu tau apa maksud aku Jii."

Jihoon senyum, nadahin tangannya buat nampung air hujan

Dingin.

Entah kenapa tubuh Jihoon menggigil padahal dia sudah memakai pakaian yang cukup tebal

"Gimana sama Minjoo?"

Nafas Yoonbin tercekat.
Dia tau dia salah, tapi apa dia masih punya kesempatan buat ngejelasin?

Untuk bertemu Jihoon saja rasanya sesusah itu. apalagi ingin menjelaskan yang sebenarnya terjadi

"Jii...antara aku sama Minjoo—tidak ada apa-apa."

Yoonbin terdiam ketika Jihoon memalingkan wajah dengan cepat menghadapnya.
Yoonbin tidak bisa mengenali ekspresi yang dilontarkan Jihoon.

Itu bukan tatapan marah ataupun kecewa.

"Apapun yang terjadi antara kamu dan Minjoo—aku ga mau denger. Untuk sekarang."

Bilang saja Jihoon egois, tapi dia belum siap. Kalaupun memang Yoonbin tidak memiliki rasa pada perempuan itu— Jihoon masih kecewa pada Yoonbin yang bahkan tidak menyayangi nyawanya sendiri.

Jihoon tau manusia tidak bisa dirubah tanpa keinginan sendiri
Tapi apa salah jika Jihoon ingin orang yang dia sayang selamat dan selalu bersamanya dalam keadaan sehat?

"Hujan udah reda, aku pulang duluan ya."

Yoonbin tersentak ketika denger suara itu lagi. Dia bahkan ga sadar dia udah ngelamun ketika denger ucapan Jihoon

Dia natap Jihoon yang ngelirik dia sambil senyum tipis

"Kamu juga pulangnya hati-hati ya, jangan ngebut. Jalan licin. kalo mau ngebut pas balapan aja."
Suara tawa kecil menyusul kemudian setelah Jihoon ngomong

Dan ketika cowok yang dia sayang itu hendak melangkah pergi Yoonbin langsung ngeraih tangan itu

Maka dengan helaan nafas putus asa tidak berharap banyak dia bertanya,

"Mau aku anter pulang?"

Dan Yoonbin merasa jadi orang paling bahagia ketika Jihoon mengangguk tanpa harus berdebat untuk menolak tawarannya


LYSB



"Ujian kenaikan kelas bentar lagi. Kita bakal naik ke kelas 12. Udah ada rencana mau ke univ apa?"

Jihoon diem, natap kosong Gyunhao yang duduk didepannya. Memang setelah putus dari Yoonbin, Jihoon kembali ke aktivitasnya menghabiskan waktu dengan cinta pertamanya ini.

Jihoon tidak menampik kalau dia rindu.
Dia senang bisa duduk berdua bareng Gyunhao, mendengar cerita cowok itu jadi pemimpin dari kelas yang isinya manusia bandel -geng Yoonbin-
yang ajaibnya akhir-akhir tobat dan lebih banyak diem di kelas dibanding bolos

Tapi hanya sebatas rindu
Tidak ada debaran aneh di dada lagi

Karena itu semua sekarang untuk Yoonbin

"Jihoon?"

"Ah iya."
Jihoon natap Gyunhao yang senyum lebar ke dia

"Makanan kamu belum habis juga loh daritadi. Biasanya udah piring ke dua."

Tamparan langsung mendarat di lengan Gyunhao yang cuma ketawa
"Jangan ngeledek ya!"

"Tapi serius, kamu udah ada rencana mau lanjutin kemana?"
Gyunhao nanya lagi, bikin Jihoon kembali diam

Rencana lanjut kuliah dimana—
Sudah ada sejak dulu
Dan rencana itu lah yang membawa dia memilih untuk menghabiskan masa SMA jauh dari rumah

Hidup sendiri di perantauan meski masih ada sepupunya

Jihoon ingin merasakan setidaknya sekali bagaimana rasanya menuntut ilmu di perantauan jauh dari orang tua

Karena kampus impian Jihoon begitu dekat dengan rumah

Jihoon senyum, ngaduk kuah sotonya yang udah dingin

"Kalau kamu mau kuliah dimana?"
Jihoon membalikkan pertanyaan pada Gyunhao dan cowok itu tersenyum puas seolah menunggu pertanyaan itu

"Aku mau kuliah di Cina, pulang kampung."

Jihoon senyum ketika Gyunhao tertawa senang membayangkan rencana nya yang akan pulang ke keluarganya.

"Sama Gyunhao, aku juga bakal pulang kampung."

Yah, Jihoon memang akan pergi

Tepat setelah kelulusan.

LYSB

Love You So BadTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang