LYSB
Motor berisik itu masuk ke pekarangan rumah satu lantai tapi luas itu dengan tidak santai.
Parkir secara asal dan si pengendara ngelepas helmnya lalu dilempar asal karena emosi.
Kaki-kaki panjangnya melangkah cepat ke dalam rumah. Raut wajah dingin dan rahang yang mengatup kuat seolah sudah menjadi tanda bahwa cowok itu lagi marah.
"Haruto?"
Raut wajah itu melembut, natap cowok yang lagi duduk di sofa dengan burger di tangan.
"Kak Hyunsuk."
Haruto senyum dan langsung duduk di samping cowok itu pas dia ngisyaratin buat duduk disampingnya.
Tanpa diperintah tangan Hyunsuk terulur buat ngusap kening Haruto yang keliatan tegang.
"Kenapa? Kok lusuh gini sih?"
Haruto ngehela nafasnya, dia nyenderin badannya ke sofa. Natap langit-langit ruang tengah kosong.
"Gue capek kak."
Hyunsuk naruh burgernya yang masih sisa setengah.
Dia nepuk-nepuk kepala Haruto
"Capek kenapa, hm?"
Haruto ga nyaut tapi tiba-tiba dia langsung duduk tegap dan ngehadap Hyunsuk yang kaget dengan gerakan tiba-tiba nya.
"Kak Yoshi mana? Kok lo sendirian disini kak?"
Hyunsuk cemberut
"Ga tau. Tadi dia minta kakak main kesini tapi pas sampe cuma ada bibi."
Haruto ketawa pelan
"Paling main ke rumah temen nya."
Hyunsuk ngangguk setuju
"Sering banget dia lupa waktu kalau udah sama temen-temennya itu."
Haruto natap Hyunsuk yang asik makan burgernya lagi
"Kak, aku mau cerita."
"Hm?"
Hyunsuk noleh, dia natap Haruto yang nunduk. Dia senyum sambil naruh lagi burgernya.
Haruto senyum seolah ngasi tau Hyunsuk lewat tatapan matanya.
"Panda?"
Tanya Hyunsuk sambil senyum geli, dia tau cuma ada satu alasan kalau Haruto sampe aku-kamu, cinta pertamanya
Haruto senyum tipis
"Kakak tau pasti aku mau cerita apa."
Hyunsuk ketawa, dia nepuk-nepuk kepala Haruto
"Jadi gimana? Udah tau namanya?"
Haruto senyum tipis
"Aku udah ngebonceng dia tiga kali malah, nganterin dia pulang juga."
Hyunsuk tepuk tangan takjub denger ucapan Haruto
"Wah! Hebat! Kakak kira kamu masih suka liatin dia dari jauh doang."
Haruto senyum tipis
"Awalnya aku juga cuma mau jagain dia dari jauh doang kak, tapi aku ga tega liat matanya yang merah mau nangis."
Hyunsuk senyum
"Itu kesempatan kamu buat deket sama dia, buat dia nyaman. Kamu kan suka dia Haru."
Haruto natap Hyunsuk sambil senyum geli
"Kalau bukan karena kak Hyunsuk aku juga ga bakal ketemu dia."
Hyunsuk yang tadinya senyum langsung murung
"Maaf, gara-gara kakak kamu harus terluka malam itu."
Haruto ngehela nafasnya
"Bukan salah kakak kok, emang si Byunggon itu aja yang ga terima udah kalah ngelawan kak Yoshi. Lagian dia bisa apa kalau kak Hyunsuk cintanya sama kak Yoshi? Dia udah kalah telak."
Hyunsuk menggeleng ga terima
"Tapi tetep aja! Kamu yang ga tau apa-apa malah jadi korban karena aku."
Haruto ngebekap mulut Hyunsuk, gelengin kepalanya
"Stop kak, aku diserang mereka itu udah takdir. Cinta emang kadang bikin orang bodoh, contohnya aku."
"Emang kamu ngapain?"
Tanya Hyunsuk setelah Haruto ngelepasin bekapannya
Haruto nunduk natap lantai rumah, ngehela nafasnya pelan
"Aku bilang yang sejujurnya ke dia. Aku bilang suka sama dia dan cemburu kalau dia deket sama yang lain."
KAMU SEDANG MEMBACA
Love You So Bad
FanfictionKetika terlalu cinta bikin orang jadi bodoh. Yah, namanya juga bulol.
