Special Chapter

2.6K 395 28
                                        


Selamat malam!
Double update nih
Seneng ga?

Jangan hate Minjoo yaa
Karakter dia aku munculkan hanya
untuk penyedap cerita
Oke?

Jujur aku mulai takut kalau kalian hate Minjoo
Jadi bijaklah dalam membaca
Minjoo itu bias aku dan jujur dia secantik itu di mataku
Jangan hate dia yaa
Minjoo anak baik kok :)







🥀
—LYSB—

Jihoon's Feeling

Jihoon itu cerewet, pemarah dan suka melotot galak ke orang-orang.
Marah-marah udah jadi ciri khasnya yang entah kenapa malah buat orang ketawa karena gemes bukannya takut.

Perihal cinta pertama, memang Jihoon sangat lemah.

—Siapa sih yang ga lemah sama cinta pertama?
Jika ada yang kuat tak tergoyahkan, kamu hebat—

Gyunhao terlalu bersinar untuk di abaikan. Dan Jihoon dengan polosnya bertingkah galak didepan cowok itu untuk menutupi gerak-gerik gugupnya.
Bilang saja supaya dia tidak salah tingkah

Detak jantung menggila dan tangan bergetar udah jadi hal yang biasa jika dia bareng Gyunhao.
Meski wajahnya masih saja galak

"Tangan kamu gemetar, kamu lapar?"

Jihoon noleh dengan cepat, natap kesel ke Gyunhao yang cuma nyengir liat wajah bete Jihoon.

"Kenapa sih selalu bahas laper? Emang aku rakus banget ya?"

Gyunhao ketawa pelan, ngayunin tangannya yang di genggam Jihoon erat banget. Bahkan cowok itu sempat meringis karena kuku Jihoon nancap di kulit punggung tangannya.

"Ya engga sih, tapi kan biasanya orang laper tuh tangannya gemetar."

Jihoon muter bola matanya males
Dia ngeratin pegangannya di tangan Gyunhao ketika mereka udah dekat halte.

Kosan Gyunhao emang dekat sini jadi dia cuma perlu jalan kaki bentar, beda sama Jihoon yang mesti naik bus buat pulang ke apartemen nya.

Tapi Jihoon ga mau pisah, setidaknya untuk sekarang karena di halte udah ada sekumpulan manusia yang tidak Jihoon inginkan untuk ia lihat di siang hari yang panas ini.

"Maaf ya Jihoon, aku ga bisa nemenin kamu hari ini nunggu bis, aku mesti ngajar les."

Dan Jihoon cuma bisa cemberut ketika Gyunhao ngelepasin tangannya dan berlalu ninggalin dia di halte.

Jihoon ngangguk lesu, ga peduli meski kumpulan cowok itu natap adegan dia sama Gyunhao

"Hai Jihoon sayang~"

Jihoon yang mau duduk muter bola matanya males. Ngelirik sinis Hyunjin yang nyengir ke dia.

"Ekhm."

Jihoon natap Yoonbin yang turun dari motornya. Tanpa perlu ditebak juga Jihoon udah tau cowok itu pasti bakal nyamperin dia.

"Berani kamu deketan, aku tampar. Lebih keras dari yang kemarin."
Ancam Jihoon sambil meluk tas nya erat.

"Sshhh..sakit banget gila."

Bukan.

Itu bukan Yoonbin yang bicara

Tapi Hyunjin yang meringis megangin pipinya sendiri. Keinget momen dimana Jihoon nampar pipi Yoonbin dengan keras karena berani pegang pantat cowok itu.

Love You So BadTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang