10. Xena

30 8 1
                                        

Jakarta, 29 Juli 2025

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Jakarta, 29 Juli 2025

Hari yang indah jika aku tidak ingat jika ini adalah tepat 99 hari Renjun pergi atau mungkin aku bisa menyebutnya menghilang namun aku tahu dimana dia sebenarnya hanya saja aku tidak mampu untuk tetap berada dalam bayangan yang sama.

Seharusnya 134340 sadar diri bahwa dirinya tak akan pernah menjadi bintang terang yang menarik perhatian mentari lebih lama atau mungkin selamanya karena tak selamanya atensi akan terus tercurah pada satu objek yang sama.

Dan Tuhan seperti telah menyiapkan rencananya untuk mempermainkanku, pemuda mentari sehangat sinar pagi kembali datang dengan luka yang sama dan senyum yang berbeda, dia sedikit atau mungkin sangat berbeda dari Renjunku saat 28 Januari lalu.

Aku dan dia tidak kembali bertemu sebagai kita, hanya kembali bertemu sebagai canggung dengan perasaan aneh, tak dapat dikatakan dan tak dapat diceritakan, selalu ada cerita yang tak bisa kau ungkapkan.

Mungkin memang seharusnya begitu, seharusnya kau sadar Rhea bahwa seorang gadis biasa akan sulit mendapatkan pemuda luar biasa seperti Huang Renjun karena nyatanya aku tahu kini sudah ada seseorang yang telah berhasil menggapai hatinya.

Xena, gadis yang sama-sama berdarah Tiongkok. Dia nampak cantik dan anggun disaat bersamaan, sulit aku percaya bahwa Mike bilang dia seperti dewi penghancur dengan cover yang sempurna seperti buku baru yang akan kau sayang.

Dia lebih sempurna dari seorang Rhea yang biasa, dan lebih penting lagi mereka memiliki keyakinan yang sama Tuhan yang sama dan tentu saja do'a dan restu yang tulus dari Baba dan Mama, kau ketinggalan jauh Rhea.

Saat itu telah tercatat sebagai hari patah hati untukku, hari dimana musim panas yang terasa dingin sedingin salju, hari dimana aku bahkan tidak bisa merasakan pijakan kakiku pada tanah dan rumput yang bergoyang.

Hari paling buruk dan paling membahagiakan secara bersamaan, aku turut bahagia dan senang karena akhirnya setelah sekian lama Huang Renjun kembali dari tanah kelahirannya, aku kira dia akan betah di Jilin dan tak berniat pulang meski aku tahu dia tentu saja sangat senang berada di Jilin hanya saja berita buruknya dia tidak kembali sendiri tapi dengan seseorang yang dia kenalkan sebagai jodoh yang telah Baba siapkan untuknya.

"Rhea, kenalkan dia Xena gadis yang mukin akan menjadi satu-satunya orang yang menemaniku saat tua"

Jangan tanya bagaimana perasaanku saat itu, hancur? Tentu saja, aku bahkan hampir gila saat itu jika tidak ingat seberapa besarpun cintaku, kami tetap terlalu berbeda dan tak bisa bersama.

Seharusnya aku sabar untuk menunggu jawaban dari Tuhan tentang semua do'a-do'aku tidak terlalu buru-buru dengan membuat seribu burung bangau yang ternyata mematahkan hati, benar kata Charon seharusnya aku lebih percaya pada Tuhanku.

Diary Rhea 134340 Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang