12. Si Senja

20 10 0
                                        

Jangan lupa votenya sebelum baca!

Orang-orang sering membandingkan satu sama lain dengan istilah bagaikan langit dan bumi yang tak bisa bersatu padahal mereka melupakan bahwa bumi tidak akan ada tanpa langit begitupun sebaliknya karena jika langit runtuh bumi akan berakhir

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Orang-orang sering membandingkan satu sama lain dengan istilah bagaikan langit dan bumi yang tak bisa bersatu padahal mereka melupakan bahwa bumi tidak akan ada tanpa langit begitupun sebaliknya karena jika langit runtuh bumi akan berakhir.

Anggap saja jika Huang Renjun adalah si Langit dan Rhea adalah Bumi, sulit untuk dibayangkan jika mereka akan bersatu tapi bukan menjadi tidak mungkin mereka saling membutuhkan satu sama lain, saling berdampingan sampai melupakan titik terendah yang tak seharusnya terlewati.

Langit kembali memeluk bumi hingga lupa diri.

"Kau tidak akan menemukan jawaban dari semua pertanyaanmu jika hanya terus duduk diam dengan tatapan kosong namun beban fikiran yang penuh"

Kalian tak harus sulit untuk menebak siapa itu karena jawabanya Charon dan akan selalu dia yang kembali menyadarkan Rhea agar tetap menginjak bumi dengan nyawa.

Kejadian kemarin cukup mengejutkan untuknya, seperti kejutan listrik dan sambaran petir disaat yang bersamaan, Rhea merasa mati rasa untuk saat ini. Fikirannya kembali melayang mengingat wajah si bocah kecil yang ada didekapan Senjanya, bukankah wajah mereka cukup mirip?

"Menurutmu bukankah anak itu mirip dengan Renjun?"

Pertanyaan konyol Rhea yang membuat Charon sedikit menahan tawa, dia fikir hanya dengan kemiripan itu berarti anak Renjun? Si senja yang lama hilang? Yang benar saja, bahkan Charon sendiri tidak yakin jika wajahnya mirip dengan ayahnya.

"Aku sudah bilang Rhea, untuk tidak terlalu banyak berasumsi karena kau akan mematahkan peluang yang seharusnya nyata dihadapanmu hanya karena sebuah asumsi yang ternyata semu"

Menurut Rhea bertanya pada Charon sudah seperti kembali bertanya pada dirinya sendiri, pemuda itu tidak benar-benar mengatakan jawabannya secara jelas dan singkat karena akan selalu ada point dimana Rhea harus berfikir hingga akhirnya memutuskan pilihan dan jawabannya sendiri, itu artinya akan sia-sia.

"Aku hanya butuh jawaban iya atau tidak, bukan semua kata-kata mu yang terus membuatku harus berfikir lebih keras untuk menemukan jawabannya, setidaknya berikan aku ketenangan meski dengan jawaban yang palsu"

Bukan untuk pertama kalinya seorang Rhea menatap Charon dengan tatapan kesal, anggap saja itu seperti sebuah kebiasaan selain tatapan datar yang biasa dia tunjukan kepada pemuda itu, ia fikir bahwa pemuda itu lebih menyebalkan dibandingkan orang-orang yang pernah ia temui dilain waktu dan tempat

"Jadi kamu lebih membutuhkan jawaban palsu dibanding kenyataan? Aku tidak tahu jika pola fikirmu pendek, seharusnya kau tahu jawabannya sebelum aku menjawab. Jika pertanyaannya apakah mirip maka aku akan bilang iya mereka mirip namun jika pertanyaannya adalah apakah dia anak dari senjamu? Aku akan jawab tidak, kau tahu kenapa? Karena tak ada seorangpun yang tahu bagaimana kehidupannya setelah waktu itu selain keluarganya bahkan Xenapun hilang ditelan bumi"

Diary Rhea 134340 Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang