10| Yuno's birthday

10.9K 1.1K 171
                                        

🔞mature, plis kalo lagi puasa jangan baca ini ya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

🔞
mature, plis kalo lagi puasa jangan baca ini ya.

ps.sepertinya banyak typo dan keliru nama,

"Nuansa?" Nuansa tersentak dan segera menoleh ke belakang, di sana ada Yuno yang sudah tampak rapi dengan pakaian kerjanya, lelaki itu perlahan berjalan mendekat ke Nuansa.

"Mau sarapan diluar?" Nuansa diam sejenak, setelah itu mengangguk pelan. Yuno menggapai telapak tangan Nuansa dan segera membawa wanita itu keluar dari kamar.

Saat sampai di ruang makan, Nuansa disuguhi berbagai makanan yang menggiurkan, Yuno menarik kursi untuk ia duduki. Berdamai dengan Yuno tentu tak membuat Nuansa akan segera balik seperti semula, ia masih menyimpan ketakutan pada lelaki itu.

Selang beberapa detik, Nuansa merasakan tangan seseorang menyentuh pundaknya, "Mama?" Nuansa yang masih sensitif dengan sentuhan langsung menepis tangan Jeno dari bahunya.

"Jeno," tegur Yuno memicing pelan menatap Jeno, "Jeno, maaf Mama gak sengaja," ucap Nuansa, merasa bersalah. Jeno yang tau bahwa itu hanya gerakan refleks dari sang Mama hanya tersenyum, kemudian memilih duduk disamping Yuno yang duduk bersebrangan dengan Nuansa.

Sarapan di pagi hari itu berjalan dengan hening hanya terdengar beberapa dentingan sendok yang beradu dengan piring. Nuansa yang biasanya ceria, sekarang berubah menjadi diam, Jeno dan Yuno merasakan perubahan besar dalam diri Nuansa.

"Papa berangkat ya," pamit Yuno selepas meneguk segelas air putih, Jeno hanya mengangguk berbeda dengan Nuansa yang tak merespon apa-apa. Yuno langsung beranjak dari tempatnya, meninggalkan Nuansa dan Jeno berdua di ruang makan.

"Mama?" Nuansa mengangkat wajahnya menatap Jeno, "Kenapa gak dimakan?" tanya Jeno saat melirik piring Nuansa yang masih penuh berisi makanan, "Mama kenyang," ucap Nuansa sembari tersenyum tipis.

"Jeno gak sekolah?"

"Hari ini 'kan sabtu, Mama." Nuansa terkekeh kecil, ia memilih memperhatikan Jeno yang tampak lahap menyantap sarapannya. Seminggu lebih tak melihat senyum Jeno membuat Nuansa rindu pada anak lelaki itu.

"Mama mau ke kamar dulu ya?" pamit Nuansa dengan hati-hati. Jeno membalas tatapannya, anak itu tampak berat hati dengan ucapan Nuansa, "Mama gak mau main sama Jeno? Jeno kangen sama Mama." Hati Nuansa menghangat mendengar kalimat tulus yang diutarakan Jeno, bibir pucat miliknya melekuk tinggi mendengar itu.

"Mama mau mandi dulu, kalo udah selesai, Mama pasti main sama Jeno, kok."

"Oke. Jangan lama ya, Ma." Nuansa mengangguk dan kembali melangkah ke kamar.

Sampai dikamar, Nuansa langsung beranjak mandi, tak ingin membuat Jeno menunggu lama. Selepas itu, ia mengemasi kamar terlebih dahulu sebelum menemui Jeno. Bayang-bayang tentang malam itu terus melintas, ucapan Yuno kala itu juga terus menusuk telinganya. Tangan yang semula tengah melipat selimut langsung terhenti saat kembali mengingat malam itu, ia ingin berteriak keras untuk meredam ketakutan yang menghantuinya. Ia masih memerlukan waktu untuk mencerna semua itu.

Be a Daniswara'sCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang