04| Yuno loves her stupid face

8.4K 1.2K 141
                                        

Jangan lupa vomment-nya yaaa, hope you enjoy, guys!

Jangan lupa vomment-nya yaaa, hope you enjoy, guys!

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

ps. maaf ya kadang-kadang aku suka kebalik antara Yuno dan Jeno:"


Sama seperti mahasiswa pada umumnya, pikiran Nuansa terus membuncah ketika mengingat banyaknya tugas yang sudah menunggu di rumah. Alih-alih langsung pulang ke rumah dan mengerjakannya, Nuansa lebih memilih menghabiskan waktu bersama temannya.

Ia duduk di kursi panjang sepanjang selasar, sambil mengayunkan kaki menunggu sosok yang di tunggu keluar dari kelas. Ia melirik arlojinya, sudah pukul setengah empat sore, bisa di pastikan bahwa suaminya telah pulang ke rumah.

Atensinya beralih ke sosok laki-laki tinggi berkulit sawo matang yang mengambil tempat untuk duduk di sampingnya.

"Udah selesai?" tanya Nuansa, lelaki itu hanya mengangguk sembari memegang ponselnya dengan erat. "Tapi Mami ku minta jemput ke bandara, kalo di undur jadi nanti malem, kamu di bolehin gak?" tanya lelaki itu, Nuansa mengambil waktu untuk berpikir sejenak.

"Boleh sih kayaknya, tapi jangan kita berdua aja. Ajak Mark juga ya, Cas?" Lelaki bernama Lucas itu hanya mengangguk, kemudian ia bangkit dari duduknya. "Nanti mau aku jemput?" Nuansa tentunya menggeleng keras, sebab hubungannya dengan Yuno perlu di tutup rapat-rapat.

"Oke abis Maghrib aja, biar gak kemaleman.  Hati-hati ya, Sa." Nuansa tersenyum tipis, memandangi punggung Lucas yang kian menjauh. Ia menghela nafas berat, sebenarnya ia sedikit ragu mengambil keputusan dengan ajakan Lucas petang nanti. Tapi ia butuh refreshing kali ini.







Nuansa nembuka knop pintu kamarnya, menampakkan sosok Yuno Madya Daniswara di dalamnya, ia juga menangkap Jeno yang tengah tertidur di atas ranjang sembari di tepuk-tepuk bokongnya oleh sang Papa.

Yuno duduk di atas ranjang sembari menyandar pada headboard kasur, netranya menatap penuh pada sosok Nuansa, namun gadis itu mengabaikan tatapan Yuno dan terus melangkah untuk ikut menghampiri Jeno. Ia duduk di tepi ranjang seraya menatap wajah tenang anak lelaki itu ketika tertidur.

Sangat tidak menyangka bahwa, anak lelaki bertubuh besar seperti Jeno memiliki sifat yang manja kepada Yuno.

Nuansa menyisir surai kecoklatan milik Jeno, kemudian beralih menatap Yuno yang kini beralih fokus membaca buku, "Jeno kenapa?" tanya Nuansa, "Capek." Nuansa hanya mengangguk, kembali menelusuri setiap bagian pada wajah Jeno.

"Jeno gak terlalu mirip sama kamu ya, Mas."

"Dia mirip sama Mommy nya." Tangan Nuansa yang sedari tadi mengelus puncak kepala Jeno, seketika terhenti saat mendengar penuturan Yuno.

"Pasti Mommy nya Jeno cantik," Nuansa tersenyum tipis menatap Yuno, lelaki itu tampak menyeringai tipis, lalu gadis itu bangkit dari duduknya, meletakkan tas yang sedari tadi membuat pegal bahunya.

Be a Daniswara'sCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang