Follow dulu,
Klik bintangnya.
Siap-siap bertemu Zeline dan pemikirannya.
Enjoy!
---
Zeline menggenggam ponselnya. Ia mengingat-ingat apa yang baru saja ia ucapkan. Dengan mata terpejam ia berkata pada dirinya sendiri bahwa inilah pilihan yang tepat. Di malam hari setelah kepulangannya dari café, ia segera mencari jawaban. Jawaban yang kelak akan ia temukan tentu tidak sekonyong-konyong muncul begitu saja. Ia menepis dengan keras perasaan aneh yang sempat menyelimuti hatinya pada pertemuannya dengan Kairo. Ayolah, perjodohan ini harus dipikirkan dengan matang. Bukan Zeline jika menerima lelaki hanya dengan alasan 'nyaman.' Perasaan bisa berubah kapan saja. Ia butuh lebih dari itu, terlebih untuk pendamping hidup.
Malam itu ia merumuskan pilihan yang ada di depan matanya sekaligus segala konsekuensinya. Sebagai calon mahasiswa ekonomi, ia sudah membaca beberapa teori-teori dasar ekonomi maupun teori sosial pada umumnya. Betapa bahagianya Zeline saat menemukan teori yang digunakan oleh manusia dalam menentukan keputusan.
Rational Choice Theory. Teori pilihan rasional merupakan prinsip yang menuntun seseorang pada tujuan. Teori yang biasa diterapkan oleh public decision maker, perusahaan yang ingin bekerjasama, dan pihak-pihak pembuat keputusan lainnya dari negara hingga individu. Kini Zeline akan menerapkan teori ini dalam membuat keputusan perjodohan.
Zeline sepakat dengan asumsi rational choice bahwa memilih merupakan tindakan yang bersifat rasional. Teori ini menekankan seseorang agar mengarah pada pilihan-pilihan yang menguntungkan. Tentu saja ini tidak jauh dari perihal untung dan rugi. Perjodohan mereka memang bukan perjodohan bisnis sebagaimana orang-orang kaya lakukan untuk menumpuk harta atau menyatukan dua perusahaan besar seperti alur pada drama korea atau cerita dunia oren. Kalau itu jelas, pernikahan demi keuntungan kekayaan yang hendak dicapai. Lalu bagaimana dengan Zeline?
Disini hanya Zeline sendiri. Di umurnya ke-18 tahun tujuannya saat ini adalah kuliah. Kuliah dengan jurusan yang telah ia rencanakan, dengan program beasiswa. Ia tidak menginginkan jika nanti ditengah jalan harus cuti karena kurang biaya, atau bekerja yang sangat menyita waktu hingga mengganggu kuliah. Perjuangan akan mimpinya baru saja dimulai. Ia ingin menjadi mahasiswa seutuhnya, berprestasi dalam akademik maupun non akademik.
Perjodohan yang dirancang keluarga Zeline jelas mengacaukan rencana hidupnya. Namun setelah pertemuan keluarga dan bertemu Kairo di café, ia pikir tidak ada salahnya berpikir sedikit egois. Toh, keluarganya juga egois meminta dirinya menikah dengan pria yang dipilihkan Well, Zeline hanya akan melanjutkan perjodohan jika perjodohan itu akan membantunya mencapai tujuan dan memberikan keuntungan bagi hidupnya. Mengapa harus? Tentu saja karena Zeline mempertaruhkan usianya untuk dihabiskan bersama seseorang sedini itu. Bukankah ia harus mendapatkan kompensasi yang setimpal sebagai gantinya?
Lalu mari kita analisa.
Pertama, saat pertemuan keluarga, papa Kairo menawarkan Zeline agar mencoba jalur beasiswa dari kantornya. Bukankah hanya dengan dia menerima perjodohan, semua bisa jadi gampang? Lain cerita jika Zeline menolak, ia tidak mungkin memberanikan diri mencoba beasiswa disana. Ia juga yakin akan lulus lebih mudah dibandingkan jalur yang lain mengingat ada rekomendasi dari CEO perusahaan. Selain itu, ia juga dijamin akan bisa magang di perusahaan papa Kairo. Ah, kemudahan bertubi-tubi yang sayang untuk dilewatkan.
Kedua, ingatannya berkelana pada percakapannya bersama Kairo di café.
"Kalau perjodohan ini tetap berlanjut, kamu akan membatasi aku ikut kegiatan di kampus?"
"Nggak sama sekali, Ze. Aku juga pernah kuliah. Aku tahu kesibukan di kampus sayang buat dilewatkan."
Zeline tampak berpikir untuk menyusun pertanyaan lain.
KAMU SEDANG MEMBACA
LOVE AND LOGIC
General Fiction"Cinta selalu ada logika" Zeline, seorang gadis yang selalu mengedepankan logika dan rasionalitas, memiliki sejuta cita-cita yang telah ia rancang untuk masa depannya. Rencana tersebut seakan pupus ketika ibunya meminta ia melakukan suatu hal diluar...
