10. Kado Ulang Tahun

66 33 9
                                        

Follow,  vote dan komen kalau kamu suka ceritanya.

Selamat membaca!

---

Zeline mengerutkan dahi ketika pelayan tidak kunjung usai menurunkan piring-piring ke hadapannya. Tadinya ia pikir trolley yang mengangkut masakan itu akan diturunkan ke beberapa meja, tapi dugaanya salah. Berbagai varian masakan seafood terhidang di depan matanya. Ia memang tidak memilih satu menu saat ditanya ingin pesan apa. Ia hanya menjawab, ia suka apapun masakan seafood. Maksudnya adalah ia bersedia dipesankan menu apapun sebab ia yakin lelaki yang memboyongnya kemari lebih mengetahui menu pentolan di restoran ini, dan bukan berarti ia menginginkan semua hidangan yang ada. Ia tidak paham apakah Kairo sedang memanjakannya atau justru menyuruhnya cepat mati akibat kolesterol.

Satu jam yang lalu Kairo menjemputnya untuk makan siang. Ketika Zeline mengatakan bahwa ia penggila seafood, Kairo mengarahkan kemudinya ke restoran yang didudukinya kini.

"Kenapa bisa pesan sebanyak ini sih, Kai?"

"Supaya kamu bisa cobain yang mana aja."

"Nggak harus cobain semua Kai. Kita bisa datang lain kali."

"Nggak apa, Ze. Nanti kalau nggak habis bisa dibungkus," ucapnya enteng.

Zeline geleng-geleng kepala melihat tingkah lelaki di depannya. Kenapa ia gampang sekali menghamburkan uang. Makan di restoran seafood kan tidak murah seperti makan di warteg. Makan di warteg pun Zeline tidak pernah memesan semua menu sekaligus.

Zeline memang sangat menyukai masakan seafood, apapun jenisnya, udang, kerang, cumi, gurame, gurita, kepiting. Diolah seperti apapun, Zeline akan suka. Setiap selesai menang olimpiade, Zeline akan mendatangi restoran seafood untuk menuntaskan hasratnya. Karena hanya pada saat itu lah Zeline punya uang yang lebih. Walaupun begitu, tentu Zeline hanya akan memesan satu atau dua varian menu. Namun sekarang, entah bagaimana calon suaminya itu membuatnya dapat menuntaskan hasrat yang ia pendam hanya dalam satu kali kunjungan. Anak sultan memang gila.

Beberapa kali Zeline mengunyah sambil memejamkan mata. Betapa ia amat menikmati sajian yang biasanya hanya ia nikmati tiga atau empat bulan sekali.

"Enak, Ze?" tanya Kairo sambil memperhatikan Zeline yang tidak berhenti mengunyah sejak sendokan pertama.

Zeline mengangguk. Ia bahkan tidak ingin menyia-nyiakan mulutnya hanya untuk menjawab pertanyaan Kairo.

"Pelan-pelan makannya, Ze. Makanannya bakal tetap disini kok, nggak ada yang ambil."

Uhuk..Uhuk..

Zeline tersedak mendengar ucapan Kairo.

"Tuh, kan." Kairo menyodorkan minuman pada Zeline.

Sial. Kenapa jadi norak begini sih. Memalukan!

Zeline meletakkan sendoknya. Ia benci berada di situasi seperti ini. Kenapa sih Kairo pakai mentraktirnya segala, di restoran seafood pula. Mana masakannya jauh lebih enak dari pada masakan yang pernah ia coba. Ingatkan Zeline untuk membeli restoran ini setelah ia sukses nanti.

"Ayo makan lagi, Ze."

Zeline menghela napas. Ia menatap makanan yang memenuhi meja mereka. Masakan ini semuanya mahal. Ia benci merasa berutang pada orang. Namun jika ia menggantinya, mana ia mampu.

Zeline urung melanjutkan makannya.

Kairo yang bingung dengan gelagat Zeline bertanya, "Kenapa, Ze?"

"Aku kenyang."

Kairo tahu ia salah berucap. Seharusnya ia membiarkan Zeline menyelesaikan makan tanpa memotongnya.

LOVE AND LOGICTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang