72' Sisi Lain

2.7K 414 250
                                        

Haiii semuanya 👋👋

Selamat malam 😊

Kemarin aku baca komen kalian banyak yang ngetik Vino jangan mati dulu. Yaa tunggu aja di next part book ini 😂

Selamat dua ratus hari debut Treasure dan kita para teume harus makin kompak buat mendukung 12 bujang kesayangan kita 🎊🎉❤😊

Dan seperti biasa aku mau ngucapin terima kasih banyak buat yang udah baca, vote dan komen di part sebelumnya 🙏 😊

Masih semangat baca book ini?

Siapkan ramaikan lagi part ini?

Vote dan komen kalian aku tunggu 😆

Selamat membaca 😊

Junkyu yang saat ini sedang berada di kafe lantas menjatuhkan ponselnya ketika dia mendengar seseorang yang berteriak memanggil Jihoon.

Tanpa pikir panjang ia pun segera mengambil ponselnya dan berlari keluar dari kafe.

Sedangkan Asahi kini berusaha untuk menelfon ambulans rumah sakit. Dan jangan tanyakan dimana keberadaan Hyunsuk dan Yoshi sekarang mereka sedang mengurus Ella yang terluka.

Jennie berlari menghampiri Jihoon yang tergeletak diatas aspal sedari tadi air matanya terus aja mengalir ketika melihat kondisi laki-laki itu.

"Mamihh" panggil Jihoon lirih saat melihat Jennie berada di depannya dan wanita itu meletakkan kepala Jihoon diatas pahanya dan dia tak peduli dengan darah yang mengenai bajunya, Jennie memegang tangan Jihoon erat.

"Mamih maafin aku!" katanya pelan, Jihoon merasa sakit di seluruh tubuh-nya "Mamihh aku sayang sama mami uhuk uhuk" lanjutnya dan terbatuk

Jennie masih menangis "Bertahan ya nak bentar lagi ambulansnya datang, mamih tau kamu orang yang kuat"

Jihoon tersenyum simpul kearah Jennie dan dia meringis sembari menahan rasa sakit.

Junkyu tiba-tiba datang dan kakinya lemas ketika melihat kondisi Jihoon saat ini "Hun" panggilnya lirih dan air matanya jatuh ketika melihat laki-laki yang selalu menganggunya sekarang terbaring lemah tak berdaya.

Jihoon tersenyum kearah Junkyu walaupun matanya sayu ia tetap menatap pemuda itu "Kyu bilang sama mami gue sayang sama dia" katanya lirih

"Mamih juga sayang sama kamu Vin" Jennie mengusap wajah Jihoon yang banyak bekas lebam yang membiru.

"Bertahan sebentar lagi ya sayang jangan tinggalin mamih hikss hiks"

Jihoon mengangguk lemah kemudian dia terbatuk dan darah di kepalanya masih saja terus keluar "Uhuk uhukkk, mamihh"

Daddy || TreasureTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang