#Udah tamat kalau mau baca jangan lupa Vote dan Komen ya. Terima kasih
Menceritakan kisah seorang duda dengan kedua belas anaknya dalam menghadapi kejamnya dunia ini!!
Bakal banyak kisah yang akan muncul di book ini, mulai dari:
- Kisah percintaan
...
Selamat, Tresure menang Roty (Male) di Mubeat, makasih buat Teume yang udah luangin waktunya buat ngevote keselusinan kita 🎉🎉🎉
Alhamdulillah aku udah siap uas nih, lagi nikmati liburan selama 1 bulan ke depan, kalau gak ada halangan aku bakal update sering biar booknya cepat tamat.
Dan makasih banyak buat para readers yang udah mau baca dan vote cerita garing ini 😊
Ini book pertama aku, dan aku kurang ahli dalam membuat konflik, kalau gak geregatan maaf ya, aku udah pusing banget milih diksinya 😊😆
Yang lagi kuliah dan sekolah online semangat ya 😊😆
Ramaikan biar nanti malam aku update lagi 😂
Selamat membaca semuanya 😊
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Flashback sebelum Jennie masuk rumah sakit.
Mashiho berjalan menuju butik milik Jennie untuk bertemu dengan wanita itu. Namun, ketika dia masih berada di area parkiran, dia melihat seorang laki-laki atau perempuan memakai pakain serba hitam dengan topi yang ada di kelapanya.
Orang itu berdiri tidak jauh dari butik dan kini dia menatap kearah butik itu. Mashiho melihat dengan jelas bahwa orang itu sedang memegang pisau di sisi kirinya.
Mashiho tak bergeming di tempatnya, dia melihat gerak-gerik orang itu yang benar-benar tampak mencurigakan.
Tanpa Mashi sadari, di belakangnya kini tengah berdiri seorang laki-laki yang juga melihat orang yang juga dilihat oleh Mashiho. Ia ingin sekali menghampiri Mashiho tapi kalau ia bergerak dapat dipastikan orang itu akan langsung pergi meninggalkan butik. Maka dari itu dia masih tetap bertahan di tempatnya.
Lima belas menit kemudian orang itu berjalan meninggalkan butik dan dia masuk kedalam mobil yang baru saja datang menjemputnya. Mashiho yang emang lagi memegang ponsel lantas memotret plat nomor mobil hitam itu setelah selesai iapun berjalan menuju butik dengan ekspresi dan gaya yang terlihat santai.
"Ternyata kak Cio emang pintar, gak kayak Uto" kata laki-laki yang berdiri di belakang Mashi dan dia pun juga berjalan menuju butik Jennie untuk bertemu dengan wanita itu.
Dan dari sinilah alasan mengapa Junghwan membentuk grup wa "Lindungin Mami ❤"
Flashback end
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.