04. Bertemu masa lalu

61 1 0
                                    


♪───O(≧∇≦)O────♪

"Bang Ten! Ciki gue lo makan lagi ya!" Teriak Kinar begitu melihat kulkas yang tadinya penuh dengan camilan tiba-tiba kosong begitu saja, siapa lagi kalau bukan Ten pelakunya.

Karena tak menyahut Kinar menghampiri abangnya yang sedang berdiskusi tentang perkuliahan dengan Johnny di ruang tengah. Ganda putra itu tampak serius dengan laptop dan setumpuk makalah yang Kinar pun tak paham isinya.

"Bang Ten! Lo kebiasaan ih! Baru kemaren gue beli camilan sekarang udah abis aja, gantiin nggak!" Seru Kinar.

"Apasih Ki, abang lagi sibuk nih." Kata Ten tanpa mengalihkan pandangannya dari laptopnya.

"Ciki, bang! Sama jajanan yang lain kemana?" Seru Kinar lagi, ngomong sama Ten mah mesti diulang-ulang baru cowo itu paham.

"Oh itu, nih barusan abang abisin berdua sama Johnny." Ucap Ten.

Johnny nyengir tanpa dosa pada Kinar, gadis itu mendengus niatnya 'kan di weekend seperti ini ia ingin menonton film ditemani dengan cemilan, eh tim ganda putra ini malah menghabiskan stock cemilannya.

"Yaudah bagi duit sini! Gantiin jajanan yang lo makan." Ten mengeluarkan dompetnya lalu memberikan kartu kreditnya pada Kinar, Kinar menerimanya dengan cepat.

"Jangan banyak-banyak nanti abang langsung bokek!" Ucap Ten memperingati.

"Bawel."

"Eh Ki, ajak Jeno sekalian sana. Tadi gue lupa Bunda nyuruh gue belanja tapi gue lagi sibuk nih." Ucap Johnny.

"Harus banget ajak Jeno?" Tanya Kinar malas.

"Iya udah sana, daripada lo jalan kaki itung-itung nebeng sama si Jeno lumayan 'kan, catetan belanjanya nanti gue kirim ke Jeno." Ucap Johnny.

Kinar mendengus. Dengan sangat terpaksa gadis itu mengiyakan permintaan Johnny, ya itung-itung tumpangan gratis juga sih. Semoga kali ini Jeno nggak ngeselin.

"Yaudah Kinar jalan dulu." Pamit Kinar lalu gadis itu melangkahkan kakinya keluar rumah, setelah memakai sandal santainya Kinar berjalan beberapa langkah ke kiri untuk sampai di rumah Jeno, sesampainya disana gadis itu langsung menekan bel yang tersedia di pintu.

"Jeno! Jeno!" Seru gadis itu disela aktivitas memencet bel yang berulang kali, abisnya cowo itu lama banget buka pintunya.

Tak lama pintu terbuka menampilkan Jeno yang berbalut dengan sweater hitam dan celana pendek selutut bewarna senada, cowo itu tampak kesal dengan Kinar yang sepertinya menganggu.

"Kenapa sih? Berisik banget lo." Desis Jeno.

Kinar memutar bola matanya malas. "Jeno gue lagi nggak mau ribut ya, bang Johnny nyuruh lo belanja. Cepet keluarin motor lo."

"Bang Johnny nggak bilang apa-apa tadi sebelum pergi kerumah lo." Elak Jeno.

"Tadi dia baru inget gara-gara gue mau ke supermarket, Bambang! Udah deh jangan bikin emosi siang-siang gini, mending ambil dompet sam kunci motor lo." Ucap Kinar.

"Eh jangan pake vespa butut lo deh, pake mobil aja. Soalnya belanjaan gue bakal banyak kayaknya." Gadis itu terkekeh.

"Enak aja butut! Nggak bisa bedain yang classic sama yang matic ya lo! Jelas-jelas punya gue matic." Sembur Jeno.

Kinar menatap cowo itu jengah. "Aduh lo bawel banget kayak nyokap gue Jen, buruan sana siap-siap."

"Lo serius beli jajanan sebanyak ini?" Kata Jeno sambil menatap trolly supermarket yang Kinar dorong diisi penuh dengan ciki dan jajanan milik Kinar, padahal mereka belum membeli titipan Bunda Jeno tapi trollynya sudah terpenuhi dengan kebutuhan gadis itu.

I Crush You | Lee Jeno✔️Where stories live. Discover now