18. Pensi

58 0 1
                                    


Ruang Kelas XII English 1 kita beralih fungsi menjadi ruang make up sekaligus ruang tunggu untuk siswa yang akan tampil nanti, semua orang begitu sibuk mondar mandir, entah meminta untuk didandani atau pun menanyakan penampilannya setelah mengenakan kostum karakter masing masing. Seperti Lucas dan Mark yang saat ini sedang asyik mirror selfie dengan berbagai gaya yang menunjukan pesonanya. Mungkin keduanya kagum karena hasil polesan make up Grace dan rekan rekannya bisa membuat ketampanannya meningkat.

"Lucas, Mark! Minggir dong, gue pengen ngaca nih! Ngalangin aja sih." Gerutu Lara yang baru saja mengganti kostumnya.

"Bentar Ra, sekali lagi ini." Sahut Mark, kedua remaja yang eksis abis itu kembali melanjutkan aktivitasnya tanpa menghiraukan Lara yang sudah misuh misuh sendiri.

"Makin ganteng ya gue didandanin begini." Puji Lucas saat melihat fotonya sendiri. Sementara itu Lara sudah mendorong kedua laki laki itu menyingkir dari kaca, sehingga ia bisa mematut dirinya sendiri.

Anna tiba tiba menghampiri Lara dengan raut wajah yang terlihat cemas, "Ra, lo liat Kinar nggak sih? Gue rasa dia belum dateng deh." Katanya.

"Ohh iya anjir! Pantesan kayak ada yang kurang! Ternyata pemeran utamanya aja belum dateng." Lara membulatkan matanya penuh, bagaimana bisa gadis itu lupa dengan temannya sendiri.

"Si Kinar belum dateng? Coba telfonin Ra, siapa tau tuh anak masih guling guling di kasur." Saran Mark yang mendengar percakapan mereka.

"Ketauan Jeno abis lo dimaki maki." Sahut Lucas.

"Ih jangan nakut nakutin gue gitu dong Luc! Gue juga daritadi sibuk tau makanya nggak ngeh kalo Kinar belum dateng." Bela Lara.

"Udah udah jangan ribut, coba telfonin dulu Kinar, acaranya 20 menit lagi mulai." Kata Kinar menengahi Lucas dan Lara.

"Gue co—."

"Lara! Kinar mana? Daritadi gue belum liat itu anak." Timing yang pas. Lara yang ingin menghubungi temannya malah dikejutkan oleh Jeno yang tiba tiba masuk ke ruangan, dengan seragam pangeran yang membuatnya terlihat begitu berwibawa. Cowo itu menghampiri Lara yang kini malah sempat sempatnya terpesona oleh Jeno.

"Ra!" Panggil Jeno lagi.

"Eh iya Jen!" Gadis itu mengerjapkan matanya.

Jeno mendengus, "Kinar mana?"

"K—Kinar?? Umm kemana ya Na?" Lara menoleh pada Anna, Lara berharap Anna membantunya, tapi si gadis blasteran itu malah menggidikkan bahunya, Anna pun bingung tak tahu harus jawab apa. "T—Tadi sih ada disini, nggak tahu deh sekarang. Kayaknya lagi ke kamar mandi deh."

Mark yang masih berada disana menghela nafasnya, "Maksud lo kamar mandi rumahnya?"

Lara menatap si bule itu tajam, "Mark!" Desisnya.

"Maksudnya Kinar belum dateng?" Jeno menaikan alisnya.

"Dia lagi otw kok Jen, kayaknya." Sahut Anna.

Jeno berdecak, ia menepuk jidatnya. "Ini acara mau dimulai loh, siapa yang mau tanggung jawab kalo dia nggak dateng?!"

"Sabar Jeno, kita tunggu bentar lagi ya. Pasti dia dateng kok, Kinar bukan orang yang suka lepas dari tanggung jawab kok." Sergah Lara.

I Crush You | Lee Jeno✔️Where stories live. Discover now