3. SIAPA?

39 9 3
                                        

Zona nyaman itu bisa untuk siapa pun, termasuk untuk dia yang dikagumi semua wanita.

_________________________________

Zea mengejar Renata yang malah pergi, dengan tergesa Zea menyamakan langkah kaki nya dengan Renata.

"Kok gue heran ya Ren." ucap Zea terengah karna lelah mengejar Renata

"Heran kenapa?" balas Renata yang terus berjalan

"Semalam bukan nya mereka berantem ya? Kok sekarang malah bareng-bareng gitu? Belum lagi banyak yang bilang kalo Naufal anggota baru ALASTOR!" jelas Zea, semangat, sekaligus penasaran

"Ya terus?"

"Kok terus sih? Ihhh Renata lo ngerti gak sih apa yang gue bilang??! " geram Zea sambil menghadang jalan Renata yang membuat nya terpaksa berhenti

Renata menghela nafasnya, "Iyaa gue ngertii"

"Terus?!" balas Zea, ngegas

Renata mengerutkan keningnya, dihh malah ngegas! Balas Renata dalam hati. Untung dalam hati, Kalo enggaaa....

"Ya gak gimana-gimana, udah sana minggir gue mau ke kelas" lalu Renata kembali melangkah

Melihat Renata pergi Zea hanya bisa mendengus pasrah.









Suasana kantin sangat ramai oleh murid-murid SMA Kenjara. Apa lagi karna kehadiran geng ALASTOR dan THE ANGELS yang selalu bersama di banyak kesempatan.

"Please Ga jangan ganggu gue lagi makan!" decak Mika karna Dirga mengganggu aktivitas makan nya.

"Tuh Ga, baru di ganggu dikit aja dia udah risih apalagi kalo lebih bisa berabe lo ntar" ledek Bara dengan gaya tenangnya sambil menyeruput minumannya

Dirga yang mendegar ledekan dari Bara pun mendengus lalu melirik Mika sekilas. Cewek itu tetap anteng memakan makanannya tanpa memperdulikan perhatian yang diberikan Dirga padanya. Justru cewek itu menganggap dirinya malah mengganggu.

Tidak mau memaksa, Dirga menghela nafasnya pasrah dan lanjut makan

"Lo pada masih inget gak Renata semalam yang marah-marah?" celetuk Chris yang duduk disamping Naufal

"Inget"

"Iya inget"

"Ya inget lah. Tuh cewek marah besar bro tau Naufal di hajar sama kita-kita" imbuh Dirga yang diakhiri dengan kekehan kecil diikuti yang lainnya. Kecuali Naufal dan Carel yang hanya tersenyum tipis.

"Khawatir Kali," sambung Chris sambil memperhatikan Cindy yang hanya diam saja di samping Zya

Note : ini sebelum cerita detak dan retak, bakal ada hubungannya sama setiap judul. Nanti aku bakal pindahin cerita detak dan retak ke WP ini biar kalian bisa baca juga, disana mereka sebenarnya udah kelas 11 akhir dan di cerita Renata mereka baru kelas 10. Tunggu aja setiap part yang bakal aku up dan itu akan bersangkutan satu sama lainnya, okee.

"Kalian kenapa bahas Renata mulu? Tumben banget! " ucap Dinda, kesal

Dinda yang duduk di hadapan Naufal pun ikut kesal karna pembahasan mereka hanya Renata, dan apa tadi kata mereka? Renata khawatir sama Naufal?!

Dinda mendengus menatap Naufal yang terlihat santai-santai saja dengan pembahasan ini.

Ya, Dinda dan Naufal adalah sahabat dari SMP, jadi wajar Dinda mengenal Naufal meskipun Naufal adalah murid baru.

Re-Na(TA)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang