"Kesialan gue karna TA(Titip Absen) dijam pertama, bikin gue jadi tumbal angkatan buat ikut kepanitiaan SERI-A dan harus jadi PJ cabang Basket, yang gue sendiri gak pernah ngerti tentang permainan itu." - Lisa
Selamat berakhir pekan ... Makasih buat semua yang setia nunggu kekeke
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Perjalanan Lisa dan Jeffrey sejak mereka ninggalin halaman Gerimis lima menit lalu diselimuti kediaman. Udah kayak malam kudus aja.
Si Lisa masih ketinggalan sebagian otaknya di Gerimis, memikirkan Mahesa dan Roa. Nope dia gak mikirin Mahesa secara pribadi, tapi otaknya masih saja memutar ulang kejadian antara dia ama si Roa kemarin yang terjadi dengan Mahesa sebagai penyebabnya.
Lisa gak bakal nyangkal tentang hatinya yang secara pribadi you know--- terkait Mahesa. Tapi dalam praktek dunia nyatanya, Lisa kan gak ngapa-ngapain HELOOOOO?!?!
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sementara Lisa nano-nano sendiri mencoba redain darah tinggi dia yang hampir kumat efek ketemu pasangan kampret itu, Jeffrey malah nyetir disebelah dia dengan gelisah kayak cacing kepanasan. Sesekali Jeffrey ngelirik Lisa. Pengen ngajak ngomong tapi ragu, sekaligus penasaran. Jeffrey penasaran sama ekspresi Lisa yang terlihat penuh beban. Tapi Jeffrey mati-matian nahan diri dia biar gak salah sangka tentang sikap Lisa, terlebih setelah ketemu Mahesa tadi.
Bisa aja kan Lisa nya bete karna ketemu Mahesa sama gebetannya setelah insiden tugasnya kemarin? Dan bukan kayak kecurigaan Jeffrey juga yang masih berkaitan dengan bertemu Mahesa dan gebetannya. Jeffrey gelengin kepala kuat buat ngusir setan dalam kepala dia. Jeffrey gak mau berburuk sangka sama Lisa, karna itu Jeffrey melawan keraguan dia dan menoleh ke Lisa.
"Lisa" gunam si Jeffrey, yang cukup bikin Lisa terkejut. Lisa noleh ke Jeffrey dengan wajah tegang karna kaget, tapi pelan-pelan berusaha ngambil alih kesadaran dia. Gara-gara mikirin Mahesa ama si sablengitu, bikin dia kayak orang kinglung. Kurang ajar memang!
"Iya?" Jawab Lisa sambil narik senyum dipipi. Tapi ya gitu, senyumnya aneh efek emosinya berlawanan ama ekspresinya.
"Memang kita mau kemana?" Cicit Jeffrey ragu, dan langsung ngalihin tatapannya ke depan biar dia bisa fokus lihat jalanan. Lagian Jeffrey gak boleh lama-lama lihat Lisa, karna nasihat mbak Jes sebelum dia ama Lisa berangkat tadi.