"Kesialan gue karna TA(Titip Absen) dijam pertama, bikin gue jadi tumbal angkatan buat ikut kepanitiaan SERI-A dan harus jadi PJ cabang Basket, yang gue sendiri gak pernah ngerti tentang permainan itu." - Lisa
. Double Update! Kalo belum baca yang sebelumnya, balik ke part sebelumnya!
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Mahesa ngelangkah nelusurin lorong panjang fakultas dia buat menuju ke sekretariat BEM. Sebenarnya tuh dia alergi banget buat masuk ke wilayah ini. Udah rahasia umum banget kalo anak ARL itu gak cocok sama penghuni BEM Fakultas mereka sejak IPB berdiri.
*) BEM: BadanEksekutifMahasiswa *) ARL: ArsitekturLanskap *) IPB: Nama Kampus
Mahesa males banget ke sini. Tapi mau gimana lagi? Terpaksa!
Dia ngetuk pelan pintu sekretariat BEM sebagai tanda permisi lalu masuk ke dalam setelah ngebuka sendal gunung yang dia pakai. Kebetulan dia ngelihat ada yang duduk dimeja luar. Dan kebetulan lagi dia kenal orangnya.
"Juan" gunam Mahesa. Si cowok yang dipanggil langsung ngedongak sambil ngeletakin manila yang lagi dia gunting.
"Ey kang, aya naon kang?" Ujar si Juan sambil bangkit berdiri dengan senyuman sambil ngasih tangan buat salam. Karna tadi dia posisinya duduk dilantai bagian luar sambil nge-gunting kertas entah untuk apa.