Dengarkan aku

1.1K 78 10
                                        

Selamat Membaca

.

.

.

Termenung.

Hanya itu yang di lakukan Naruto. Ia masih setia duduk di kursi itu, tak ada niat untuk beranjak dari sana. Seolah olah ada gravitasi yang menarik nya.

Ia tak peduli, bahwa hujan yang tadi sempat menemani nya kini telah pergi, namun awan hitam masih bergelayutan di langit.

Ia tak peduli pakaian yang melekat pada tubuh nya basah kuyup.

Ia tak peduli, smartphone nya yang sejak sejam lalu tak berhenti getar dan mengeluarkan nada dering.

Ia hanya menatap kosong cincin di dalam genggamnya.

Dengarkan ini...

Hey,bukan kah lebih baik di buang saja?

Lagi pula untuk apa membawa cincin yang hanya akan mengingatkan pada perpisahan ini.

Benar, lebih baik di buang saja!

Naruto mengangkat tangan kanan nya, siap melempar cincin tersebut kearah air terjun di dekat nya.

Ayo lempar itu, Naruto!

Naruto mencoba menyemangati diri sendiri, ketika sebuah keraguan mulai menyerang.

Tapi, bukan kah itu hasil kerja keras mu selama ini?

Apakah kau bisa membuang cincin tak bersalah itu hanya karna ego mu semata?

Tangan itu bergemetar entah karena rasa dingin yang tiba tiba menusuk atau karena perasaan campur aduk milik nya.

Hey, katakan dapat dari kepercayaan bahwa Sasuke masih mencintaimu?

Jika dia masih mencintai mu, lantas mengapa ia pergi?

Bukan kah itu berarti ia sudah tak mencintai mu lagi? Dasar bodoh!.

Kepercayaan mu telah menyakiti diri mu sendiri. Kau yakin dia selalu bersama mu, mendampingi mu dan mendukung mu... Namun apa kenyataan nya?

Ia tak peduli pada mu...

Perlahan lahan tangan nya turun kembali ke tempat semula, ia mulai kembali menggenggam erat mengabaikan jika nanti tangan nya akan terluka.

Hey, pernah berfikir tidak?

Apakah Sasuke pernah memikirkan kebahagian mu?

Deg

Naruto mematung. Kala suara dalam benak nya berbicara.

Ah,benar...

Hey,kau itu benar benar idiot!

Kau buta karena cinta.

Cinta memang butuh pengorbanan, namun bukan berarti kau selalu jadi korban nya...







Give It Back To MeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang