Pertanda awal

2.3K 116 3
                                        

Selamat membaca!
Semoga kalian suka dengan cerita ini^^

.

.

.

.

"Akhirnya!"seru seorang pemuda pirang tersenyum menatap ke beberapa meja yang telah tersusun rapi.

"Kau sudah selesai Naruto? Jika sudah,kau boleh pulang!"ujar sang pria paruh baya pemilik kedai ini.

"Okay paman!"sahut pemuda pirang itu.

Pemuda itu bernama Uzumaki Naruto,berusia 21 tahun. Seorang pelayan di salah satu kedai ramen di pinggir kota.

Naruto adalah pemuda sederhana,penyuka segala hal yang berhubungan dengan mie, dan pembenci segala hal yang berhubungan dengan sayuran.

Tak banyak kisah yang dapat di ceritakan tentang nya.

***

Tap tap tap

"Kau yakin?"tanya pemuda berkulit putih yang berjalan beriringan dengan Naruto.

"Tentu saja! Aku sudah merencanakan hal ini!"sahut Naruto dengan antusias.

Pemuda itu hanya menatap perihatin kearah Naruto,ia memiliki firasat buruk tentang rencana Naruto.

"Kau tak perlu khawatir,Sai!"ujar Naruto sambil menepuk pundak Sai.

Yeah,pemuda itu bernama Sai. Teman masa kecil sekaligus teman kerja Naruto.

"Lalu kapan kau akan melaksanakan rencana mu? Ku harap bukan besok!" Sai melirik tajam.

"Hmm,tidak! Minggu depan!"jawab Naruto sambil mengeluarkan sebuah amplop putih besar dari saku celananya.

Ia menatap sendu amplop itu lalu menghela nafas. Sedangkan Sai hanya terdiam menunggu respon sang empunya amplop berlogo merah itu.

"Kau sudah menceritakan nya pada kekasih mu?"tanya Sai dengan suara lirih.

"Belum,aku tak sanggup melihat nya bersedih..."jawab Naruto tak kalah lirih.

Sai mempertajam indra pendengaran nya untuk mendengar tanggapan Naruto,akibat ramai nya jalanan,suara Naruto tak begitu jelas namun ia malah menangkap suara lain yang cukup familiar di telinga nya. Spontan mata arang miliknya melihat sekeliling guna mencari sosok itu.

Ah ketemu!

Sai menatap datar kearah 2 sosok yang berdiri di sebrang jalan itu.

"Sudah ku duga...kau membuat kesalahan, Uchiha"gumam nya.

"Kau mengatakan sesuatu,Sai?"tanya Naruto

"Ah,tidak! Ayo sebaiknya kita lewat jalan pintas saja!"ucap Sai tiba tiba tersenyum sambil menarik pergelangan Naruto.

"Hah? Tu-tunggu!" Naruto tersentak akibat gerakan tiba tiba Sai.

"Kau akan menyesal..."gumam Sai lagi,kembali melirik kearah dua sosok di sebrang sana yang saling bergandeng tangan.

"Kau menyembunyikan sesuatu dari ku ya?"tanya Naruto mencairkan suasana hening diantara mereka.

Give It Back To MeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang