Kesepakatan

882 86 20
                                        

Hay semua nya!!!

Berjumpa lagi dengan kitsu, yang menghadirkan Chapter baru.

Chapter yang tentu nya, mungkin membuat para membaca kesal.

Wkwk, Dahlah...

Selamat Membaca!

.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

.

.

.

"Gaara! Sai!" seru seseorang memanggil kedua pria yang tengah berbincang.

Gaara dan Sai spontan menoleh, menatap sang pemanggil. Gadis bersurai pirang pucat, Ino. Berlari kearah mereka.

"Ino?"gumam Sai.

"Kau jadi datang sungguhan? Ku kira kau akan kemari besok..."celetuk Gaara.

"Hah! Tentu saja aku akan datang sekarang! Teman ku tengah sekarat saat ini!"sunggut Ino kesal.

"Naruto tidak sekarat, Ino..."sanggah Sai.

"Ah, tetap saja! Hhhhhh—Aku khawatir pada nya..."sahut Ino sembari menghembuskan nafas, agak nya masih lelah.

"Terima kasih kau sudah datang, Ino... Kau ingin melihat Naruto? Ia ada di dalam... Saat ini belum sadarkan diri..."ujar Gaara.

"Dokter bilang, ia akan sadar beberapa jam lagi..."sahut Sai menambahkan.

"Syukurlah,aku senang mendengarnya... Aku akan masuk,untuk melihat nya"

Setelah mengatakan hal tersebut, Ino segera masuk kedalam meninggalkan Gaara dan Sai di luar.

"A-ah, aku ingin ke kantin untuk membeli minum... Kau ingin membeli sesuatu?"celetuk Sai siap mengambil langkah pergi.

"Shimura... Urusan kita belum selesai"cetus Gaara mampu menghentikan niat Sai.

'Ah, sial! Pasti ia ingin meminta nomer Juugo'batin Sai.

"Sebelum aku memberitahu No Juugo. Boleh aku tau, kesepakatan apa yang akan kau buat dengan Juugo?"tanya Sai sembari menatap Gaara.

Gaara tak langsung menjawab, ia menoleh sejenak kearah ruangan di mana tempat Naruto berada. Dari balik kaca, ia melihat keadaan Naruto yang penuh perban di lengan nya.

Lalu segera mengalihkan pandangan nya ke arah Sai dan menatap nya.

"Kesepakatan yang akan membuat penderitaan Naruto hilang"

"Apa ini berhubungan dengan rencana mu?"

Sai kembali bertanya, perlahan lahan ia mulai memahami tujuan Gaara.

Give It Back To MeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang