Help Me

1.4K 146 36
                                        

Ackerman

Mikasa tidak habis pikir dengan kelakuan kaptennya itu.Bayangkan saja,luka gadis itu belum sembuh dan Levi sudah menyuruhnya untuk membersihkan kamarnya.Seharusnya Mikasa benar-benar istirahat total.

Sungguh kapten yang tidak memiliki perasaan.

“Sekali menyebalkan ya tetap saja menyebalkan.” Gerutu Mikasa.

“Ada yang membicarakanku?”

“Anda terlalu pd kapten.”

“Baru saja aku mendengar suara seseorang.”

“TERSERAH KAU SAJA!!!”Teriak Mikasa membanting sapu yang dibawanya.

“Aku hanya bercanda,bocah.”

“Kau tidur saja,aku akan membersihkannya sendiri.”Ucapan Levi membuat Mikasa girang dan langsung melompat ke kasurnya.Sungguh sangat sopan.

Eh,tapi kalau Mikasa pikir-pikir agak kasian juga dengan Levi.Mikasa sudah menumpang kamar,Levi yang membersihkan dan dia hanya tidur-tiduran melihatnya saja.

Melihat Levi yang sedang membersihkan  kamarnya sendiri,rasanya Mikasa sungguh tidak tega.

Seharusnya kaptennya harus membersihkan kamarnya juga.Kamar Mikasa.

Ackerman

Pagi ini semua pasukan sudah menjalani misi mereka,karena sudah tiga hari mereka semua hiatus karena insiden itu.

Annie,Reiner dan Bertold mereka sudah mendekam di balik jeruji besi.Mereka bertiga sudah berkali-kali dilontari berbagai macam pertanyaan tetapi tidak ada yang menjawabnya,mereka hanya diam membisu dan seolah mereka benar-benar tuli.

“Apakah kalian tidak memiliki mulut?!”Bentak seseorang kesal sambil bersedekap.

......

“Sudahlah Levi...”Ucapnya menenangkan.

“Mereka bisu Erwin,haruskah aku menyuapi mereka dengan kotoran babi?”

“Ah tidak-tidak,tanganku akan kotor.cih.”

“Mereka diam pasti ada tujuan,kau diam dan tenangkan dirimu dulu.”

tch.

“Baiklah aku akan pergi saja.”Pamit Levi dan lelaki itu benar-benar pergi dari penjara bawah tanah.

Levi sangat bosan,sepanjang perjalanan pulang dia hanya menendangi kerikil yang dijumpainya.Lelaki itu bingung dia harus pergi ke mana setelah ini?Tugas Pasukannya saat ini hanya menjaga diperbatasan.Itu sangatlah membosankan baginya.

Akh!
dia ingat,dia masih memiliki seorang gadis di kamarnya.Entah sampai kapan gadis itu disana?

Levi berharap selama mungkin.

Dengan cepat Levi kembali ke kamarnya.Lelaki itu butuh hiburan,pikirannya terasa jenuh.Akhir-akhir ini banyak hal yang tak terduga terjadi begitu saja.

Levi hendak masuk kamarnya tanpa mengetuk pintunya dulu,dia rasa tidak perlu karena ini kamar miliknya sendiri.Tapi saat membuka pintu kamar dia terkejut dengan apa yang netranya lihat.Levi menelan salivanya kasar.

Ackerman's StoryCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang