Selamat Malam,Mikasa

1K 102 31
                                        

Ackerman

Levi tidak tau mengapa dirinya bica keceplosan mengungkapkan perasaannya pada Mikasa. Ya memang dia tidak mengatakan "Aku mencintaimu Mikasa" tapi secara tidak langsung dia sudah menyatakan cintanya bukan?

Bagaimana jika gadis itu memberitahu teman-temannya? Apalagi Sasha yang mulutnya ember,lalu cerita ke hanji yang parahnya lebih ember dari si gadis kentang itu?

Levi menggelengkan kepalanya pelan, tidak mungkin juga kan Mikasa akan bercerita masalah sepele seperti itu pada mereka.Levi yakin gadis itu bukan gadis lebay yang langsung teriak-teriak tidak jelas setelah ada seorang lelaki yang menembaknya. Tapi tunggu! Levi Ackerman belum menembaknya!

Oh,iya setelah memikirkan gadis itu ,Levi menjadi penasaran apa yang dilakukan Mikasa malam ini.Apakah gadis itu merasa malu? Atau malah terlihat biasa-biasa saja?

Ah rasanya Levi merindukan gadisnya. Eh?

Tanpa berpikir panjang kali lebar kali tinggi,Levi pergi masuk ke kamar Mikasa. Tentu saja dengan cara yang sopan. Tidak mungkin kan dia langsung masuk begitu saja. Terdengar seperti orang mesum.

"Mikasa... Kau belum tidur? "Tanyanya saat berada di ambang pintu depan kamar Mikasa.Kebetulan Mikasa tidak menutup pintu kamarnya.

"Seperti yang anda lihat kapten."Jawabnya terlihat datar. Meskipun begitu,gadis itu menyembunyikan kegugupannya.Jika terlihat gugup bukan tipe Ackerman namanya.

Melihat jawaban Mikasa yang terlihat datar,Levi jadi tau kalau gadis itu mungkin menganggap ucapannya tadi hanya angin lalu.

Levi tersenyum miris dalam hati.

Mungkin...

Di hati Mikasa...

Sudah ada nama seseorang

Dan dia... ..

Eren Jeager

Benar begitu bukan?

"Boleh aku masuk? "Tanya Levi meminta izin.

"Ah iya silahkan. "Mikasa harus bersikap seprefesional mungkin di hadapan kaptennya. Keadaan mereka saat ini benar-benar gawat. Canggung stadium empat.

Levi memasuki kamar Mikasa,lelaki itu terlihat menilai ruangan milik gadis itu.Lumayan,begitu pikirnya. Kamar Mikasa memang tidak seluas miliknya, tapi tingkat kebersihan dan kerapian bisa di adu lah,dan tentu saja Levi menyukai gadis yang bersih.

Levi mendudukkan bokongnya di kursi milik Mikasa, sedangkan gadis itu duduk di atas ranjang miliknya.

"Ehmm anu, apakah teman-temanku baik baik saja? "Tanya Mikasa membuka obrolan. Yah,agar suasana tidak terlalu tegang.

"Aku yakin mereka baik-baik saja. "Jawab Levi santai.

"Bagaimana anda bisa tau? "Tanya Mikasa meminta penjelasan.

"Hanya menebaknya."Jawab Levi santai tanpa beban,dan mengundang rasa kesal di hati Mikasa.

"Aku hanya bercanda, mereka baik-baik saja dan sedang dalam perjalanan pulang. "Jelas Levi.

Ackerman's StoryCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang