Part 18

1.1K 84 0
                                        

Didalam ruangan kini seorang lelaki tampan anak dari pasangan Oh Sehun dan Oh jongim sudah memiliki perusahaan nya sendiri yang bernama ODK Corp, tentu saja perusahaannya terkenal sukses. Ya, lelaki tersebut adalah Oh Dokyeom yang selama ini menghilang tanpa jejak.

Bahagia? senang? tentu saja tidak, ia masih memikirkan ingatannya yang terkadang muncul dan terkadang hilang. Dokyeom masih bingung kenapa didalam kilasan ingatan itu tidak ada orang tuanya sama sekali? dan kenapa semuanya masih buram tidak jelas.

Perlahan ia berdiri melangkah mendekati tembok kaca yang menampilkan pemandangan gedung² lain dan perumahan. Setelah setahun berlalu Dokyeom terkenal dengan kepribadian yang tegas dan berwibawa, setiap ia melangkahkan kaki terselip rasa; arogan, angkuh, dan tetapan tajamnya. Tapi, ada apa dengan kali ini? kedua matanya sudah digenangi air mata.

"Aku tidak mengerti semua ini, kenapa yang aku rasakan hanya sakit?" lirih Dokyeom.

Dokyeom hanya melamun masih memikirkan jawaban, ia ingin sekali bertanya pada orang tuanya tentang masa lalunya tapi mereka selalu mengelak pertanyaannya. Seorang pria tampan dan postur tubuh tinggi kini memasuki ruangan Dokyeom atasannya tanpa mengatakan permisi terlebih dahulu, lamunan Dokyeom buyar karna mendengar suara gesekan kursi dan lantai. Menghapus jejak air matanya kini Dokyeom berbalik mendapati sekretarisnya sekaligus orang yang sudah ia anggap kakaknya sendiri.

"Sampai kapan kau seperti ini terus?"

Dokyeom kembali mendudukan diri sambil menatap Mingyu yang juga menatapnya, ia hanya menghela nafas berat lalu mengedikan bahu acuh.

"Bagaimana hasilnya?" tanya Dokyeom.

"Beri aku waktu, semua bukti seakan dihapus semua."

Dokyeom mengangguk paham. "Apa menurutmu orang tuaku tahu semua ini?" Dokyeom menatap Mingyu.

"Entahlah, kurasa mereka sengaja menyembunyikan nya darimu."

"Hm kau juga berpikir seperti itu."

"Sebenarnya kenapa kau terlalu memikirkan ini? tunggu saja ingatanmu kembali."

"Aku ingin. Tapi, entah dari mana munculnya rasa sakit yang aku rasakan selama ini. Aku ingin tahu masa laluku cepat atau lambat aku harus cari tahu sendiri."

"Hm kau benar, apa itu sangat menyakitkan?"

"Kalau tidak sakit untuk apa aku harus repot-repot seperti ini." dengus Dokyeom menatap Mingyu malas.

"Aku kan hanya bertanya." ucap Mingyu cengengesan.

"Sudahlah kenapa hyung kesini?"

"Aku hanya ingin mengatakan bahwa yang dikatakan ibumu memang benar, kau mengalami kecelakaan parah saat itu."

"Benarkah?"

"Aku memang tidak punya bukti detailnya. Tapi, orang sekitar mengatakan memang itu kenyataannya."

Dokyeom hanya diam melamun memikirkan perkataan Mingyu barusan, ia berpikir bagaimana bisa bukti kecelakaannya tidak dapat ditemukan.

"Bukankah ada cctv disana hyung?"

"Memang ada tapi saat itu cctv nya mengalami kerusakan."

"Kenapa semuanya tambah rumit." keluh Dokyeom memijit pelipisnya.

Mingyu menepuk bahu Dokyeom pelan. "Semua pasti ada jalan keluarnya, bersabarlah. Aku akan bantu kau mencari buktinya." ucap Mingyu menenangkan Dokyeom, ia tahu setahun ini Dokyeom tertekan karna memikirkan masa lalunya ditambah lagi Sehun menyuruhnya menangani perusahan OSH Corp yang dipimpinnya.

Don't Go!!! [SeokSoo]✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang