q

502 76 15
                                        













— More Than This —









Sudah tiga kali Jungwoo mendapatkan Anggrek Merah tanpa nama pengirim. Namun ia tau siapa yang mengirimkan bunga itu. Pagi ini, Jungwoo mendapatkan bunga itu lagi untuk yang keempat kalinya.

Dia tersenyum senang sembari membawa bunga itu masuk kedalam kamarnya. Di letakkan nya bunga itu pada sudut meja belajarnya lalu memandangi si bunga cukup lama.

Dia tau siapa pengirim bunga tersebut namun saat memandangi bunga itu ia malah teringat orang lain. Orang yang sudah lama tak ia temui. Orang yang hanya bisa ia ajak komunikasi lewat telepon. Ya, orang yang cukup pendiam sebelum Jungwoo kenal jauh.

Dia tersenyum sendiri kala mengingat kebersamaanya dahulu bersama Jaehyun. Ia ingat ketika Jaehyun pertama kali memberinya bunga di hari kelulusan sekolah, ia ingat saat kembali bertemu Jaehyun, ia ingat saat pertama kali jalan berdua dengan Jaehyun pergi ke pasar malam, makan bersama, bermain bersama. Kebersamaan yang ia rindukan kembali terjadi.

Dilubuk hati Jungwoo yang paling dalam, ada rasa berbeda dari dirinya untuk seorang lelaki bernama Jung Jaehyun.

Namun, seketika ingatannya berubah. Ia mengingat tentang dirinya yang dekat dengan Mingyu. Tertawa bersama Mingyu. dan, bersepakat untuk tak saling terikat soal perasaan.

Ia teringat pada pemuda yang dengan tulus dan sepenuh hati mencintainya itu.

Jujur, jika Jungwoo lebih mengerti soal perasaannya, dia akan tau siapa yang akan ia pilih untuk hatinya.

***


Hari ini, Jungwoo bertemu dengan Mingyu. Mereka makan siang di sebuah restoran yang cukup mewah.

Jungwoo sama seperti biasa, sudah cukup nyaman jika bersama Mingyu.

Dan Mingyu. Dia tetap sama walau sudah berkali-kali dinasehati oleh sang sahabat. Tetap saja ia tak mau berubah. Ia tetap pada hatinya yang mencintai Jungwoo.

Dia tetap pada pilihannya tetap cinta walau cintanya tak kan pernah terbalaskan.

“Jungwoo, aku mungkin menaruhmu terlalu dalam dihati, sehingga untuk meninggalkanmu, sama saja menyakiti diriku sendiri,” ucap Mingyu secara tiba-tiba.

Jungwoo menghentikan kegiatan makannya, ia sejenak tersentak dengan pernyataan Mingyu. Jungwoo masih tak bergerak, hanya diam menatap makanan didepannya.

“aku terlalu cinta sama kamu sampai lupa, kalo kita ini bukan siapa-siapa. Kita masih jadi orang asing untuk satu sama lain. Kamu bahkan terlihat terpaksa membawaku masuk ke hidupmu.”

“Jungwoo, apakah aku salah untuk mencintai?”

Pertanyaan Mingyu sontak membuat hati Jungwoo merasa teriris. Ia tak bisa terlalu banyak melukai hati lelaki ini. Namun, ia juga belum bisa memberikan hatinya untuk si lelaki.

“Gyu, kamu tau aku pernah berada diposisi yang sama dengan kamu, kan? Disaat masa-masa itu, aku bertemu satu orang, orang yang selalu bilang, 'berharap itu melelahkan'. Dan ya, dia betul. Banyak berharap itu sangat melelahkan.”

More Than This ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang