Ketakutan

1.2K 164 8
                                        

"Hati-hati," ucap Kaivan sembari menggenggam tangan Kirana yang tengah turun dari mobil.

Kini, Kaivan dan Kirana tengah berada di rumah sakit. Tidak ada yang sakit di antara keduanya, hanya saja keduanya datang untuk memeriksakan kondisi kandungan Kirana yang sekarang sudah menginjak usia lima bulan. Benar, kini usia kandungan Kirana sudah masuk trimester kedua. Namun, Kaivan masih belum memberikan izin pada Kirana untuk bekerja, dan hal tersebut membuat Kirana harus tetap menghabiskan waktu di dalam rumah. Ia hanya merancang beberapa buah gaun selama dua bulan ini, dan hal tersebut membuat butiknya semakin eksklusif saja.

Karena itulah, Kirana meminta Tya untuk mengambil alih tugasnya selama Kirana masih belum bisa mengunjungi butik. Jujur saja, karena Kirana selama ini selalu sibuk bekerja, dan hampir tidak memiliki waktu luang di akhir minggunya sekali pun, saat dirinya mendapatkan waktu luang yang tidak terbatas ini, Kirana merasa sangat bosan. Kirana tidak tahu apa yang harus ia lakukan selama di dalam rumah sepanjang hari.

Untungnya, hampir setiap hari Helga datang ke rumah, dan membuat Kirana memiliki teman bicara. Helga selalu saja memiliki topik untuk dibicarakan. Dimulai dari resep, hingga kegiatan yang cocok dilakukan oleh ibu hamil. Citra juga selalu sibuk mencari kegiatan atau topik pembicaraan. Tentu saja agar Kirana tidak merasa bosan selama menghabiskan waktu di dalam rumah.

Jelas, Kirana merasa jika perlakuan orang-orang di sekitarnya sangat berlebihan. Terutama Kaivan yang overprotektif padanya. Padahal, Kirana sudah mematuhi peraturan yang dibuat okeh Kaivan. Namun, Kaivan tetap saja merasa bahwa apa yang dilakukn oleh Kirana masih berbahaya dan terus memperlakukannya dengan berlebihan. Sebenarnya, jika dilihat-lihat tingkah Kaivan ini sangat manis dan menggemaskan. Hanya saja, Kirana tidak terbiasa mendapatkan perlakuan semacam itu. Jadi, ia kesulitan untuk beradaptasi dan merasa sangat tidak nyaman dengan perlakuan yang diberikan oleh Kaivan.

"Jangan berlebihan," gumam Kirana saat dirinya melangkah bersama Kaivan menuju ruangan dokter yang memang bertanggung jawab untuk menangani kandungan Kirana hingga nanti waktu persalinan tiba.

Kaivan yang mendengar perkataan Kirana tentu saja menatap sang istri dengan raut tidak mengerti. "Memangnya apa yang berlebihan? Aku hanya ingin memastikan jika istri dan calon anak kita tidak berada dalam bahaya. Aku rasa itu sama sekali tidak berlebihan," ucap Kaivan membuat Kirana jengkel bukan main karena tingkah suaminya itu.

"Kau pikir ini tidak berlebihan?" tunjuk Kirana pada tangan Kaivan yang melingkar pada pinggangnya dan, tangan Kaivan yang lain menggenggam tangan Kirana.

Selain membatasi ruang gerak Kirana, posisi tersebut juga menarik perhatian orang-orang yang mereka lewati. Ada berbacam pandangan yang ia terima. Entah itu pandangan kagum. Pandangan iri. Hingga pandangan yang sepertinya mempertanyakan apa yang tengah dilakukan oleh Kaivan. Rasanya saat ini Kirana merasa begitu malu karena semua orang memperhatikan mereka.

Kaivan memang sangat berlebihan. Untungnya, mereka segera tiba di ruangan dokter yang mereka tuju. Kedatangan Kaivan dan Kirana memang sudah ditunggu oleh dokter wanita yang bernama Welma. Sang dokter meminta Kirana untuk segera berbaring di ranjang pemeriksaan, sementara suster yang membantu Welma segera mempersiapkan alat-alat yang dibutuhkan oleh sang dokter.

"Kondisi janinnya sangat sehat. Tapi, tolong tambah berat badan Anda sekitar enam hingga delapan kilo lagi. Itu berat badan ideal untuk kehamilan usia lima bulan, hingga kita tidak perlu mencemaskan apa pun lagi. Nyonya tidak perlu terlalu pilih-pilih menu makanan, hanya saja jangan terlalu berlebihan menyantap makanan yang Nyonya sukai. Serta, pastikan jika kebutuhan nutrisi harian Nyonya dan janin Nyonya selalu terpenuhi," ucap Welma membuat Kirana yang saat ini tengah di-USG mengangguk patuh.

"Lalu bagaimana dengan bekerja? Apa sekarang aku sudah boleh bekerja?" tanya Kirana. Welma diam-diam melirik pada Kaivan yang seketika memberikan kode, agar Welma memberikan jawaban yang sebelumnya sudah diatur.

Bukan Pengantin PenggantiCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang