Hari ini cuaca terlihat kurang baik, matahari pun rasanya enggan menunjukan dirinya, di dukung oleh awan yang terlihat mendung sejak pagi hari.
Jalan - jalan yang terpantau hingga saat ini masih berkabut dan udara dingin yang cukup menusuk sampai ke permukaan kulit.
Tak ada kicauan burung - burung di pagi hari, hanya ada angin - angin dingin yang berhembus membuat suasana hati semakin tidak baik.
Di sana tepat di dalam pintu berwarna baby blue di balik selimut hangat berwarna putih yang terlihat terbalut dengan nyaman, sang empu tampaknya masih enggan untuk bangun dari tempat tidur pikirannya sedang berkecambuk sekarang.
Entah kenapa akhir - akhir ini sikap papa nya mulai berubah, terlihat menjauhinya. Hal itu cukup membuat chenle sedih sekaligus bertanya - tanya, "papa kenapa begitu?"
Rasanya banyak sekali pertanyaan yang ingin Chenle ajukan kepada papa nya, apakah Chenle punya salah?
Melirik ke arah jam yang menunjukkan pukul 7 pagi, Chenle bergegas bangun dari tempat tidur dan bergegas untuk bersiap ke sekolah hari ini.
Pukul 07.15 ia sudah selesai dari persiapannya dan berjalan ke bawah untuk sarapan sebelum berangkat.
Siapa kira ia akan di abaikan lagi oleh papanya pagi ini? Bahkan di atas meja makan tidak ada makanan tersaji hanya ada papa yang sibuk termenung.
"Selamat pagi papa! Ah sepertinya cuaca hari ini cukup buruk ya?"
Keadaan menjadi semakin canggung rasanya tapi Chenle tidak boleh menyerah.
"Uhm papa Lele-
"Sudah sana berangkat dasar pengganggu" potong Haechan dengan ketus.
Mendengarkan kata - kata yang di lontarkan Haechan rasanya dada Chenle menjadi sesak, pengganggu ya?
"Chenle berangkat dulu ya, papa jangan lupa sarapan okay?"
Setelah mengingatkan Haechan, Chenle bergegas berangkat ia tidak ingin berlama - lama disana rasanya begitu sesak ketika papanya mengatakan hal - hal yang menyakitkan.
Tak lama kemudian hujan turun mengguyur kota tersebut, sepertinya hari ini semesta sedang berbaik hati untuk menutupi tangisan kecil pemuda yang saat ini tengah bersandar di kaca jendela mobilnya sembari menghembuskan nafas panjang sesekali.
••●══════••●۩۞۩●••══════●••
'ting'
mendengar suara notifikasi Chenle mencoba untuk mengeceknya, ternyata daddynya baru mentransfer uang jajannya yaa, meski nominal uang yang di berikan tidak pernah berkurang justru semakin bertambah namun mengapa kasih sayang yang ia dapat malah semakin berkurang?
Oh dan ada apa dengan papa? Kenapa ia terlihat sangat kosong seperti orang sakit? Apakah papa sakit? Apa karena Lele? Yaa pasti ada hubungannya dengan Lele buktinya papa menjauhi Lele, yaa kira - kira itu lah isi kepala seorang Chenle.
"Oy Chenle bagi tugas biologi dong" seru Daehwi.
Chenle hanya mengerjapkan mata dan menatap daehwi bingung,
"B - biologi? memangnya ada tugas ya?"
"Sumpah Chenle lo akhir - akhir ini lupaan terus gimana sih dasar pikun ah faktor u nih faktor u" sahut Dongpyo heran.
"Kamu siapa? Ih jangan gitu Chenle takut ihh muka lucu aja tapi galak" jawab Chenle sembari menekuk bibir ke arah bawah, Chenle jujur kok dia takut melihatnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Lee Chenle - Chenji/Jichen
Fanfikce▶[ JICHEN - CHENLE ANGST ] - On Going Ini semua berisi kisah tentang Lee Chenle. Lelaki mungil yang menyembunyikan segala luka dan rasa sakitnya dibalik kesempurnaan yang ia miliki, ck miris bukan? "Tidak semua yang terlihat bahagia di luar itu bena...
