7

90 10 5
                                    

Taehyung memandangi dirinya melalu pantulan kaca, melihat sesuatu yang kurang dari sana. Ia tidak begitu tau tentang fashion meskipun stylish nuna sudah memberikan semua yang ia minta pasti slalu ada yang ia rasa kurang.

Dan yang tau tentang kekurangan yang Taehyung rasakan adalah Jung Wheein

Tapi gadis itu belum juga menampakkan dirinya seharian ini, bahkan ketika Taehyung sudah menunggu sejak tadi pun gadis itu belum juga muncul.

Tak seperti biasanya, Wheein akan datang tanpa harus Taehyung menunggu. Tapi kali ini.

Oh ayolah, ini ke khawatiran Taehyung yang sebenarnya. Sedetik saja tak melihat Wheein di pandangannya maka semua pikiran buruk akan muncul.

Taehyung meraih ponselnya dari atas meja, mencari tombol ikon telepon ia segera menghubungi Wheein.

Beberapa kali sambungan di lakukan namun tak ada jawaban, bukan Wheein yang akan mengabaikan telpon dari Taehyung.

Dan sekarang fikirannya kacau karna Wheein.

“Taehyung–ssi, kita harus memulainya sekarang” panggilan itu membuat Taehyung berdecak.

Kenapa harus di waktu ia bekerja.

Dan kenapa Wheein harus menghilang tiba-tiba.

Taehyung hampir saja ingin mengacak-acak rambutnya, jika saja ia tak ingat kalau hari ini ada pemotretan.

“Mari lakukan dengan baik, aku akan memulai”

1

2

3

Cekrekk.

Potographer memperhatikan foto yang ia ambil dari kameranya, kedua matanya mengernyit merasa tak puas.

“Ayolah. Kim, ini sudah ketiga kalinya aku mengambil fotomu dan bagaimana ini bisa sesuai dengan biasanya? Apa kau sedang ada masalah?”

Taehyung menggelengkan kepalanya, tidak membenarkan apa yang photographer katakan. Walau sebenarnya itu adalah kenyataannya.

Seharusnya ia tak membawa masalah pribadi dalam pekerjaannya, bisa-bisa dia akan di pecat karna kesalahan sepele.

“Baiklah. Hyung, ayo kita mulai sekali lagi. Kali ini aku akan lebih serius” pinta Taehyung.

Dan kali ini ia serius akan melakukannya, ia tak akan membawa masalahnya sendiri ke dalam pekerjaannya.

Selain ia juga membutuhkan pekerjaan ini, masih ada keinginan yang harus ia wujudkan untuk kedepannya.

“Baiklah, jika kau tidak serius aku harus menghentikan pemotretannya”

Dan ini yang paling Taehyung benci. Maka ia akan merasa bersalah karnanya.

••

Wheein menatap ke arah dinding putih di depannya, ia bingung bagaimana dirinya bisa ada disini. Tapi yang ia ingat setelah kembali dari rumah Taehyung ia berniat untuk mampir sebentar ke toko di sebrang apartment Taehyung.

Dan saat ingin menyebrang entah apa yang terjadi kepalanya sangat pening dan pandangannya pun menghitam.

Namun setelahnya entah apa yang terjadi.

“Kau sudah sadar?” suara itu membuat Wheein menoleh.

Menatap seorang pria yang sedari tadi berada di rumah sakit bersamanya.

Ridiculous✔️Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang