°•Empat Belas•°

9.3K 1.2K 391
                                        

Matahari telah terbenam di ufuk barat dengan meninggalkan cahaya orange nya, silau sekali. Membuat pria tampan yang sedang duduk di mobil sportnya ini mau tidak mau harus memakai kaca mata hitamnya.

Di belakang, terdapat tas ransel berwarna hitam yang berisi baju baju yang sekiranya dia butuhkan saat sampai di Bandung nanti. Benar, ini adalah hari dimana Jungwon pulang ke kampung halamannya.

Jika kalian bertanya, naik mobil? Jawabannya adalah iya. Memang Jay ini orang aneh, padahal zaman sekarang terdapat teknologi yang bernama pesawat yang berguna untuk mempercepat tujuannya, tapi entah kenapa dia lebih memilih naik mobil saja. Toh dia tidak akan miskin mendadak hanya karena uangnya di gunakan untuk membeli tiket pesawat. Di balik itu, mari kita lihat jawaban dari bapak Steven Jay yang terhormat.

"Sekalian manasin mobil. Wong Jakarta Bandung cuma 2 jam aja lho, aku sisan sing nyetir. Afie tinggal duduk manis, kalo ngantuk ya tidur"

(Aku lagi yang nyetir)

Ya terserah.

Sekarang, mobil sport berwarna kuning itu melaju mengikuti arah matahari yang tenggelam untuk sampai pada kosan Jungwon.

Kebetulan sekali, tepat ketika mobil mewah itu berhenti di depan gerbang kosan tersebut, hal pertama yang Jay lihat adalah Jungwon yang berjalan pelan sembari menjinjing kopernya.

Saat Jay menurunkan kaca mobilnya dan mata mereka bertemu, saat itu juga Jungwon membelalakkan mata cantiknya melihat mobil yang di kendarai Jay dari depan sampai belakang.

Mobil baru?

"Ini mobil lambo hasil ngepet dimana?" Tanya Jungwon spontan.

"Ngawur aja kalo ngomong. Ini bukan hasil ngepet, tapi pesugihan"

Keduanya tertawa bersamaan. Memang terkadang berbicara dengan Jay ini serasa berbicara dengan es, tapi terkadang juga berbicara dengan Jay serasa stand up komedi.

"Tapi serius ko, ini mobil baru? Perasaan yang aku tau koko cuma punya 2 mobil doang, BMW sama Ferarri merah itu. Ternyata ada si kuning ini, baru ya?"

Jay turun dari mobilnya sebelum menjawab pertanyaan Jungwon "Ndak dek. Aku sebenernya punya 3, ya ini yang satunya. Cuman yang ini di Surabaya. Disana ndak di pake, jadi aku bawa ke sini"

"Oh gitu" Respon Jungwon sambil mengangguk anggukan kepalanya.

Si tampan tiba tiba mengambil koper yang Jungwon jinjing, lalu membawanya ke depan dan masukkannya di bagasi. Seketika Jungwon bertanya tanya, yang dia tahu semua bagasi mobil berada di belakang dan tempat mesinnya berada di depan. Lalu kenapa mobil Lamborghini ini malah terbalik? Siapa yang mendesain mobil sport ini? Pertanyaan itulah yang berada di dalam otak Jungwon sekarang.

"Sebentar, aku mau ngasih kunci kamar ke ibu kos dulu"

Meninggalkan Jay dan melangkahkan kaki pendeknya menuju salah satu rumah yang tak jauh dari posisi awalnya. Mengetuk pintu jati tersebut sembari mengucap salam.

"Assalamualaikum"

Sekitar 5 detik, dapat Jungwon dengar terdapat seseorang dari dalam yang menjawab salamnya. Dan saat pintu itu terbuka, terpampang jelas seorang remaja perempuan dengan penampilan anak rumahan dan rambut pendeknya.

"Lah ada kak afie, kenapa kak?" Tanyanya.

"Rui, ibuk kemana?"

"Kayaknya di tetangga sebelah deh, biasa lagi menggibah. Perlu aku panggilin?" Respon remaja yang bernama Rui itu.

Jungwon menggeleng, lalu menyerahkan kunci kamar kosnya pada remaja yang di akui anak dari pemilik kos "Nanti di kasihin ke ibuk ya? Aku mau pulang ke Bandung. Mungkin disana 1 bulanan"

Crazy Rich Boyfriend || Jaywon [SUDAH TERBIT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang