'Berita siang ini adalah berita terjadinya peristiwa kecelakaan antara pengemudi mobil lamborghini dengan truk pertamina di jalan tol Cipularang menuju Jakarta. Korban di nyatakan meninggal dunia dengan mobil bagian depan yang rusak parah'
Deg!
Detak jantung Jungwon tiba tiba bergetar tak karuan ketika mendengar berita di tv siang ini. Pikirannya berkecamuk, takut kenyataan bila sang kekasih adalah korban yang dimaksud oleh si pembawa berita. Pasalnya berita itu tayang tak lama setelah Jay beranjak dari Bandung beberapa jam yang lalu.
Setelah reporter wanita tersebut selesai berbicara, layar televisi berganti menampilkan peristiwa tak mengenakan itu, yang dimana dapat Jungwon lihat bahwa terdapat mobil sport berwarna kuning tengah di tarik oleh beberapa orang dan polisi untuk ditepikan di sisi jalan.
Tangan putihnya bergetar, nafasnya memburu dan netra indahnya siap meneteskan air mata kapan saja. Jungwon sangat mengenali mobil mewah yang terpampang jelas di layar televisinya, itu mobil yang beberapa hari lalu dia tumpangi bersama Jay untuk pulang ke rumah. Sekarang si manis hanya bisa berharap, semoga kemungkinan-kemungkinan buruk yang sudah jelas itu tidak terjadi pada Jay.
Semoga.
"Yang tertera di sim dan ktp korban ini, orang Surabaya ya, sudah jelas dari plat mobilnya yang huruf depannya L. Saat ini korban sudah di larikan ke rumah sakit terdekat untuk proses evakuasi lebih lanjut dan pihak keluarga korban sudah dihubungi oleh rekan rekan saya yang lain"
"Boleh kasih tunjuk nama korban pak?" Tanya wartawan pada polisi yang sedang di wawancarai.
Sang lawan bicara tampak menunduk membaca sebuah kartu kecil berwarna biru sebelum dia menjawab "Lahir di Surabaya tanggal 20 April 199x, dengan nama lengkap Steven Jay Singawinata"
Deg!
"KOKOOO!!!"
Tepat ketika Jungwon berteriak, suasana dan tempat mendadak berubah total. Dia tiba tiba berada di atas ranjang kosnya sambil menatap langit-langit kamar dengan tatapan kosong, padahal sebelumnya dia masih berada di Bandung, menonton tv sambil memakan beberapa snack.
Benar, dia bermimpi.
Dan saat dia menoleh ke samping, terdapat Jay sedang menatapnya dengan tatapan heran. Mungkin Jay sedikit terkejut karena teriakan Jungwon yang memanggilnya tiba tiba barusan.
"Kamu mimpi apa sampe teriak gitu? Sambil nangis lagi"
Jungwon tidak menjawab, dia hanya menatap Jay dalam diam. Sambil meyakinkan dirinya sendiri bahwa ini juga bukan mimpi. Serius, Jungwon masih takut membayangkan mimpinya. Takut jika suatu saat nanti Jay meninggalkannya sama persis dengan apa yang ada di dalam mimpi.
"Kenapa?" Tanya Jay lagi.
Alih-alih menjawab, Jungwon malah kembali melemparkan pertanyaan membuat Jay heran untuk yang kedua kalinya "Koko sehat?"
"Puji Tuhan, sehat. Kenapa sih emang? Mimpi apa?"
"Ga ada yang sakit?"
Jay menggeleng "Ndak ada, aku sehat"
Grep!
Beberapa detik setelah mendapat jawaban, Jungwon memeluk tubuh Jay. Menyenderkan kepalanya pada bahu lebar sang dominan dengan tatapan mata yang masih kosong.
"Mimpinya tadi jahat banget, masa di mimpi koko kecelakaan terus meninggal"
"Kecelakaan dimana?"
"Di tol cipularang waktu koko baru aja pulang dari Bandung"
Jay terkekeh, lalu membalas pelukan sang submissive. Sangar erat, seakan tidak mengizinkan seorangpun mengambil Jungwon darinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Crazy Rich Boyfriend || Jaywon [SUDAH TERBIT]
Romance❏༄bagaimana jadinya jika seorang crazy rich surabaya menjalin hubungan dengan seorang anak petani? ❍bxb ❍lokal ❍fluff ❍harshwords ❍mpreg
![Crazy Rich Boyfriend || Jaywon [SUDAH TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/250441303-64-k383219.jpg)