Suara derap langkah kaki yang seirama terdengar menggema di lorong fakultas architecture saat Jungwon mulai keluar dari kelasnya. Sembari terus berjalan, dia melirik jam tangan miliknya yang sedang menunjukkan pukul setengah lima sore. Oh, pantas saja lampu lampu lorong sudah mulai dinyalakan sekarang.
Ketika sampai pada lapangan utama, sepi. Satu kata yang dapat mendeskripsikan keadaan lapangan itu saat ini. Ya mungkin karena ini sudah sore, matahari juga sudah mulai menghilang di ujung barat. Di tambah ini adalah hari sabtu, hari yang tepat untuk melepas beban beban. Jadi tidak akan mungkin ada mahasiswa yang betah dan mau berlama lama disini sambil mengerjakan tugas tugasnya.
Lagian hari sabtu ini adalah hari dimana seluruh mahasiswa melakukan UAS terakhirnya. Oh bukan seluruh, mungkin ada beberapa yang belum. Tergantung dosen dosen mereka. Tapi untung saja Jungwon hanya melakukan ujian itu hanya seminggu. Maka tidak heran kan jika kampus sudah sepi sekarang? Pasti semua orang berlomba lomba untuk menyelesaikan ujian terakhirnya tadi, lalu pergi bermalam mingguan entah dengan siapa mereka.
Di tengah tengah kegiatan memandangi sepinya lapangan sembari merasakan angin sore yang menyapu halus permukaan wajah manisnya, hp yang berada di saku almamater kuningnya tiba tiba bergetar menandakan bahwa baru saja ada pesan masuk. Dengan segera dia membukanya.
Ko Steven 🦅❤️
|By, kamu udah keluar kelas belum?
|Aku udah di depan ini
14.34
Udah ko|
Bentar aku kesana|
14.34 read
Tanpa menunggu pesannya terbalaskan, Jungwon dengan lebih dulu berjalan menuju gerbang kampus untuk menyusul Jay yang ternyata sudah menjemputnya.
Di sana, tepatnya di depan gerbang kampus. Bisa Jungwon lihat dengan netra cantiknya bahwa terdapat mobil hitam yang sangat dia kenal seolah sedang menunggu kedatangannya.
"Koko udah lama nunggu?" Tanya Jungwon ketika sudah berada di dalam mobil.
"Ndak. Baru sampai, terus kamu langsung tak wa tadi" Jawab Jay.
Jungwon menolehkan kepalanya ke kanan dengan niat ingin menjawab ucapan Jay barusan. Tapi niatnya seketika gagal, saat melihat kondisi Jay yang menurutnya sangat indah di matanya.
Jungwon—terpesona.
Bagaimana tidak, Jay berpenampilan acak acakan sekarang. Rambut hitamnya yang sengaja di sisir kebelakang, kemeja putih dengan satu kancing yang terbuka. Dan jangan lupa dasi di lehernya yang sengaja di longgarkan, mungkin karena gerah(?)
Seseorang tolong beri nasihat Steven Jay Singawinata yang terhormat ini, bahwa jangan sembarangan membuat hati Jungwon ikut ter acak-acak. Serius, rasanya Jungwon ingin menyublim sekarang juga.
"Kalo ga mau pake dasi tuh, ya udah di copot aja sekalian. Ga usah sok ganteng pake di longgarin gitu"
Karena merasa gemas dengan apa yang di lihat, Jungwon mengarahkan tangannya untuk melepas perlahan dasi tersebut dari leher jenjang sang kekasih.
Ketika sudah terlepas, tangan putih itu berganti membenahi satu kancing kemeja Jay yang terbuka sembari berucap "Ini juga. Buat apa ganteng kalo ngancingin baju aja ga bener?"
Jay tersenyum tampan di sepanjang Jungwon merapikan penampilannya sembari mengomel barusan. Jay jadi berasa sudah mempunyai seorang istri.
KAMU SEDANG MEMBACA
Crazy Rich Boyfriend || Jaywon [SUDAH TERBIT]
Romance❏༄bagaimana jadinya jika seorang crazy rich surabaya menjalin hubungan dengan seorang anak petani? ❍bxb ❍lokal ❍fluff ❍harshwords ❍mpreg
![Crazy Rich Boyfriend || Jaywon [SUDAH TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/250441303-64-k383219.jpg)