Bulan ini tidak masuk musim penghujan, tapi sudah 3 hari ini Bandung hujan deras. Membuat Jungwon dan Jay mau tidak mau hanya berdiam diri di rumah sambil menunggu hujannya reda. Padahal di otak Jungwon sudah terdapat inisiatif ingin mengajak Jay berkeliling Bandung, ke dago misalnya. Tapi karena hujan, jadi di batalkan.
Dan ini sudah terhitung hari terakhir Jay berada di Bandung, besok dia akan kembali ke Jakarta. Tidak mungkin bila Jungwon mengajak si tampan jalan-jalan seperti yang terdapat dalam pikirannya.
Karena tidak ada hal penting yang perlu di kerjakan, sepasang kekasih ini memilih merebahkan tubuh mereka di ranjang kamar si manis. Tak ingin tidur, hanya ingin sedikit berbincang-bincang saja.
Dengan tubuh yang terbungkus oleh selimut, Jungwon memiringkan tubuhnya ke samping melihat Jay yang sedang serius menatap layar laptop dengan tubuh yang bersandar pada headboard. Tak kunjung mendapat perhatian, tangan mungilnya yang hampir tertutupi oleh kain sweater itu terulur untuk mengambil tangan kiri Jay yang menganggur di atas guling.
Menggenggam tangan yang lebih besar darinya itu, lalu memainkannya dengan mengelus otot otot yang timbul pada punggung tangan Jay. Yang lebih tua membalas genggamannya, mengelus jemari mungil Jungwon seakan memberi kehangatan satu sama lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Kenapa?" Tanya Jay tanpa mengalihkan pandangan dari layar laptopnya.
"Mau jalan jalan" Jawab Jungwon
"Tapi kan hujan"
"Yeah, that's the problem"
Jay menyudahi acara bermain laptopnya karena sedikit tertarik dengan topik Jungwon barusan. Meletakkan laptop yang panas itu di atas lantai sebelum tubuh jenjangnya ikut masuk ke dalam selimut.
"Kamu mau ngajakin aku main kemana seh? Ke dago ta? Atau ke lembang?"
"Koko pernah ke sana?"
Jay mengangguk "Pernah. Tapi udah lama, kalo ndak salah waktu masih kuliah atau pas masih SMA. Pokoknya rame ke sana nya sama temen temen"
Jungwon melebarkan matanya lucu. Dia mengira ini baru pertama kalinya bagi Jay datang ke Bandung, tapi ternyata dia sudah pernah mengunjungi Dago dan Lembang yang memang termasuk wisata favorit di Bandung.
"Dari Surabaya ke Bandung?" Tanya Jungwon yang di balas anggukan oleh Jay "Surabaya Bali yang nunggu naik kapal dulu aja aku jabanin, apalagi Surabaya Bandung doang?"
Sudah gila. Padahal kan ada pesawat yang lebih menghemat pengeluaran daripada menggunakan mobil yang satu liter bensin saja tidak cukup. Lagipula, apa punggung dan pantat Jay tidak sakit melakukan perjalanan sejauh itu? Jungwon yang 3 jam perjalanan hanya duduk saja punggungnya sudah meronta-ronta ingin di rebahkan.
"Pumpung lagi berdua, aku mau ngomong sama kamu"
Entah kenapa di hati Jungwon sedang terdapat sedikit sesuatu yang mengganjal ketika Jay mengucapkan kalimat yang terdengar serius baginya. Karena rasa penasaran, si manis memposisikan lebih nyaman tubuhnya menghadap Jay lalu menatap netra sipit lawan bicaranya seakan menyuruh yang lebih tua untuk melanjutkan perkataannya.