°•Dua Puluh•°

9K 1.1K 518
                                        

"Saya terima ya pak"

Ucap Jungwon setelah menerima uang sekitar 3,5jt dari seseorang yang di akui sebagai pimpinan universitas. Di depannya terdapat beliau, sang rektor kampus yang tampak sedang meneliti gambarannya.

Agar kalian tidak bertanya-tanya dan berfikir yang tidak-tidak, biar aku jelaskan sedikit. Kalian pasti masih ingat kan peristiwa saat dimana Jungwon keluar kelas dan langsung di suguhi oleh keberadaan beliau? Dan beliau mengatakan bahwa hari berikutnya Jungwon sudah di tunggu di ruangannya?

Ya benar, saat itu perasaan Jungwon sudah campur aduk ketika memasuki ruangan. Takut bila dia tiba-tiba di drop out karena melakukan kesalahan yang tidak disadarinya atau hal lain yang membuatnya tiba tiba di panggil. Ya maklum, bukan Alfie Jungwon Ranajaya namanya jika tidak gemar overthinking. 

"Jangan kaku, nak Afie. Saya nyuruh kamu datang kesini bukan karena saya mau ngasih poin ke kamu atau mau do kamu, tapi saya mau minta tolong"

"Langsung ke point nya ya? Jadi saat ini kan kampus lagi ada banyak renovasi, kamu pasti tahu itu. Seperti lapangan utama, gedung utama, lalu beberapa fakultas, lab, sampai perpustakaan"

"Nah ini tinggal perpustakaannya doang nih yang belum. Karena itu saya mau minta tolong ke kamu untuk buat interiornya ya? Saya milih kamu bukan cuma-cuma kok, saya udah lihat semua nilai kamu, tugas kamu, yang menurut saya itu kreatif banget"

"Gimana, nak Afie?"

Jungwon kebingungan, dia tidak tahu harus menjawab apa dan bagaimana. Ini bukan suatu kesialan, melainkan rezeki. Tapi kenapa harus dia yang di pilih? Padahal kan di luar sana banyak seorang arsitek yang berpengalaman atau kakak tingkat yang lebih baik darinya.

Karena teringat pesan Anna yang mengatakan bahwa rezeki itu tidak boleh di tolak, akhirnya Jungwon menyetujui ucapan sang pemimpin kampus. Dan hari ini sudah 1 bulan lebih, Jungwon menyelesaikan pekerjaannya tersebut dengan sangat baik. Entah ini hanya perasaan atau memang kenyataan, di umur barunya ini dia mendapat begitu banyak rezeki. Dan sepertinya dia harus berterimakasih kepada Tuhan karena sudah memberi semua itu di umur barunya.

Jam tangan rolex yang Jay kenakan sedang menunjukkan pukul setengah sembilan lewat lima belas menit

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Jam tangan rolex yang Jay kenakan sedang menunjukkan pukul setengah sembilan lewat lima belas menit. Tepat saat itu juga beberapa pihak seperti sekretaris, manajemen, marketing dan beberapa orang penting lainnya baru saja memulai meeting bulanan mereka dengan di pimpin langsung oleh Jay.

"Good afternoon everyone, especially our director Mr. Steven. I'm glad that you are all making time to attend this important meeting related to our company"

"And as you all are here already, let's get that meeting started. And i appreciate if you can speak your mind in this meeting. Thank you"

Setelah mengucapkan kalimat pembuka, Sunghoon kembali duduk pada kursinya yang terletak di sebelah kiri kursi Jay. Lalu menyuruh sepupunya yang saat ini sedang berperan sebagai sang direktur untuk memulai topik rapat kali ini.

Crazy Rich Boyfriend || Jaywon [SUDAH TERBIT]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang