Kaella sadar, terjebak dalam hubungan tanpa status adalah hal paling idiot. Daripada berada dalam hubungan tak jelas semacam itu, mending cari yang lain, kan? Tetapi ia terlanjur jatuh dalam pesona Gabriel. Bos geng satu itu adalah pria dengan tempr...
Malam takbiran ini aku ucapkan selamat idul fitri dan minal aidzin walfa'idzin buat semua readers kesayanganku ❤
Maafkanlah kesalahan author tukang ghosting ini 😭
Happy Reading! ❤❤❤❤❤ 😘 (tambahin emot sun karna ga ada emot peluk)
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Bab ini edisi khusus buat shippernya Shanin-Haidar 😁
Kaella-Gabriel next chapter ya 🐣
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Terkadang, Tuhan membuat rencana seperti awal pertemuan yang manis, menyatukan dua manusia asing menjadi saling mengenal. Membuat yang awalnya jauh menjadi terikat. Namun beberapa hati juga dibuatnya sakit, dengan perpisahan yang pahit.
***
Haidar tidak pernah percaya kebetulan. Selama hidupnya yang sebentar lagi menginjak usia delapan belas tahun itu percaya pada hal-hal yang tidak terencana adalah suatu kebodohan. Orang-orang menganggap kebetulan adalah takdir. Tetapi takdir sekalipun baginya bukanlah kebetulan. Itu adalah sebuah rencana Tuhan.
Terkadang ia jadi penasaran, rencana macam apa yang Tuhan siapkan untuknya ketika menghadiahi sebuah pertemuan dengan gadis manis yang baru saja menangis? Pertemuan yang anehnya terasa ia tunggu-tunggu. Iya. Ada perasaan semacam itu.
Ketika orang-orang melirik heran kepada seorang gadis yang terisak di mejanya, perhatian Haidar ikut tertarik untuk menengok. Dan hanya melihat rambut lurus sepunggung itu saja dia sudah mengenalinya sebagai Shanin.
Shanin sedang menangis.
Dari sekian banyak tempat yang lebih nyaman, restoran umum adalah pilihan gadis itu untuk menumpahkan rasa sedih.
"Dia pacar saya," Haidar memberi klarifikasi pada tatapan aneh orang-orang kepada Shanin. "Habis berantem, biasalah," ia mencoba terkekeh garing. Lalu setelah orang-orang cukup paham dan suasana kembali normal, Haidar duduk di depan cewek itu. Membiarkan Shanin menangis sampai puas.