🐺 E m p a t B e l a s

778 67 13
                                        


Update buat mengucapkan selamat libur nataru 🥰

Kalian tim mana:

Liburan 💁‍♀️

Rebahan 🙋‍♀️

 
Hippy Riding! ❤💗💞

  Hippy Riding! ❤💗💞

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


.
.
.

"Sstt! Kael."

Kaella mengernyit terganggu dengan gerakan sikut Sera yang membuat kegiatan menulisnya jadi tercoret. "Apa?" balasnya dengan suara pelan. Pak Hamdani sedang mengawasi di depan sana, sial-sial mereka berdua bisa kena semprot karena berbicara di tengah pelajaran.

"Lo lihat, anak baru itu," Sera mengisyaratkan bola matanya sehingga Kaella langsung paham bahwa anak baru yang duduk di kursi seberang adalah orang yang dimaksud. Siapa namanya? Aah, Raleen.

Kaella mengangkat alis tanda bertanya.

"Aura pick me nya kuat banget. Gue nggak suka," terang Sera blak-blakan. Alih-alih pelajaran, daritadi Serra malah lebih memperhatikan anak baru yang diboyong Bu Anih pagi tadi. Dari mulai siulan sampai godaan cowok-cowok di kelas, ditanggapi semua dengan senyuman riang. Serra jadi ilfeel melihatnya.

Kaella mencoba melirik sedikit ke kanan tempat Raleen duduk. Ya, cewek itu masih memasang senyuman ramah atas godaan pelan Zidan yang terlihat tertarik kepadanya. Dan entah kenapa, di antara dua bangku kosong yang ada, Raleen memilih duduk di samping Zidan alih-alih Ghea yang juga perempuan. Mungkinkah karena penampilan Ghea yang kelihatan cupu?

"Emang orangnya ramah kali," sangkal Kaella berusaha tidak peduli. Pak Hamdani di depan sana terlihat mengamati ke sekitar mereka. Kaella buru-buru lanjut menyalin pelajaran di papan tulis ke bukunya. Bisa gawat kalau tiba-tiba guru itu menunjuk dan menyuruhnya menjelaskan ulang. Otak Kaella nggak cocok dengan sejarah kebudayaan  semacam ini.

Sera jadi ikut-ikutan langsung menulis walaupun yang disalinnya bukan dari papan tulis, melainkan catatan Kaella. Sambil berbisik cewek itu berkata "Halahh pret! Enggak ada cewek ramah sama cowok, yang ada cuma tukang caper."

Tidak dibantah maupun diiyakan oleh Kaella. Raleen yang pick me, Raleen tukang caper, or whatever bukan urusan Kaella. Lagipula mengingat perkenalan anak baru itu tadi pagi, kepribadian seceria itu enggak cocok dengan Kaella, hmmm apa ya, terlalu terang (?). Mereka tidak cocok menjadi teman.

"Hati-hati, Kael," Sera berbisik lagi. "Biasanya cewek-cewek berkepribadian ramah kayak dia berbahaya. Tau-tau Gabriel kecantol aja. Cowok-cowok garang kan sukanya yang polos-polos macam dia."

Pletak!

Pulpen Kaella refleks mendarat di kening Sera hingga cewek itu mengumpat tanpa suara. Sambil menarik kuping teman sebangkunya agar lebih dekat, Kaella berdesis murka, "Kampret lo!"

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Dec 24, 2024 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

In DangerCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang