Minho membuka mata. Hal pertama yang ia lihat adalah pucuk kepala dengan surai kecoklatan milik jisung
Ia melihat jisung tertidur begitu pulas dalam dekapan nya, menjadikan tangan kiri nya sebagai bantalan yang lebih kecil sementara tangan lain nya berada pada pinggul ramping jisung
Minho menggulung badan dan memeluk jisung lebih erat. Rasanya nyaman bisa mendekap seseorang semalaman, pantas saja tidur nya begitu pulas semalam
"Gue ga mau sekolah~ minho meregek sambil menyembunyikan wajah nya pada pucuk kepala jisung
"Mnnn.." jisung meregangkan tubuh membuat minho yang sejak tadi merengek jadi terkejut karena takut jisung terbangun dan melepas pelukan
"Shhh... Shhh.. Shhh.. Tidur lagi- tidur lagi shhh"
Dan benar, jisung kembali pejamkan mata dengan tubuh yang membelakangi minho. Tidak apa, minho tidak masalah selama dirinya masih bisa memeluk jisung
Karena ia masih memiliki waktu, minho ikut pejamkan mata sambil memeluk jisung dari arah belakang.
Persetan dengan sekolah, minho tidak perduli jika ia terlambat sekalipun karena moment seperti ini cukup langka baginya
Semalam adalah malam terbaik bagi minho. Keduanya menghabiskan waktu mengobrol tentang banyak hal. Random
Dari hal penting sampai hal-hal tidak penting bahkan percakapan dewasa pun mereka obrolkan malam itu
Hingga keduanya saling menguap lalu tertawa karena kantuk yang datang bersamaan, tidak ada hal yang menjurus ke arah dewasa pada malam itu
Mereka benar-benar menikmati waktu hanya dengan mengobrol hingga mengantuk dan tertidur
•••
Saat minho mengatakan jika dirinya akan terlambat, maka benar adanya. Minho terlambat selama dua jam, gila
sekarang dirinya bersembunyi di dalam ruang uks menunggu jam pergantian pelajaran, sambil menunggu ia habiskan waktu dengan bermain ponsel dan menscroll media sosial
Rasanya masih membosankan hingga kemudian ia melihat salah satu halaman yang memuat potret seseorang yang begitu familiar bagi nya
Ia mengklik halaman itu. Halaman tentang berita kemanusiaan, salah satu nya berisi berita seputar anak-anak panti asuhan
dan minho melihat seseorang itu pada halaman pengadopsian kanak-kanak. Ia membaca ringkas berita tersebut dengan kedua alis berkerut tajam
"Hah? Jisung? Adopsi?"
Sial, minho tidak mengerti. Jisung mengadopsi seorang anak? Atau jisung salah satu pengisi panti tersebut? Seingat nya jisung memang tidak pernah membicarakan tengang kedua orang tua nya
Lalu apa maksud nya ini? Minho langsung memfoto berita tersebut. Jaga-jaga jika ia kehilangan koran nya karena dirinya cukup ceroboh dalam meletakan barang
CKLEK—
Seseorang lain masuk ke dalam, lelaki dengan wajah manis dan seragam putih panjang khas anggota kesehatan
"Loh minho? Lo ada disini juga.. Ada yang sakit?"
Minho terdiam untuk beberapa saat. Menatap lelaki di hadapan nya tanpa ekspresi berarti
"Oh, hai jae. Gue numpang dulu di sini boleh? Gue dateng terlambat karena ada urusan penting di rumah, dan sekarang gue nunggu jam pergantian"
"Ohh gitu hahahah, yaudah silahkan aja gue ga keberatan kok"
KAMU SEDANG MEMBACA
[23] Love Lesson || Minsung
FanfictionMinho yang mengisi data dalam form aplikasi tutor penemu Cinta yang ia temukan sepulang sekolah.. Namun sial nya, hatinya ikut Terisi. terisi oleh sang tutor pembimbing. "Minho, gimana confess nya ke seungmin?" "Seungmin? Tapi gue udah ga minat sam...