S I X T E E N T H

1.1K 154 8
                                        


“mark, kenapa kamu ada disini?” Tanya taeyong saat menyadari kehadiran mark saat setelah lucas menuju ruangan tempat ayah nya berada

“ada sesuatu terjadi saat mengambil batu permata itu” ucap mark dengan tegas

“lalu kemana chenle dan yangyang?” winwin kini baru menyadari bahwa anak bungsu dan elf keluarga mereka tak telihat

“itu ingin saya sampaikan, mereka …” ucapan mark terpotong oleh lucas yang kini ikut bersuara

“mereka baik baik saja ibu, mereka akan kembali sebentar lagi iya kan mark?”

“iya, benar tadi yangyang telah mengirimkan pesan bahwa mereka sedang kembali kesini”

“sebenarnya apa yang terjadi dengan chenle?” winwin kembali bertanya kini wajahnya terlihat khawatir

“jadi, saat kami hendak memasuki gua iblis naga, ada sekelompok penjaga goa tempat iblis naga itu tinggal, dan chenle sedikit lengah akibatnya dia terluka dan yangyang diminta mark untuk membawanya ke darat, dan chenle memerlukan darah untuk pengobatan itu karena imun nya yang kurang stabil” jelas lucas pada winwin

Winwin kini terduduk di kursi dengan lemas, taeyong yang melihat itu segera menepuk nepuk pundak winwin mencoba untuk menenangkannya.

“semua akan baik-baik saja, kau dengarkan kata mark mereka akan segera kembali, aku yakin yangyang itu elf yang cerdas  dan dia pasti berhasil menyembuhkan chenle dalam waktu singkat”

Winwin hanya mengangguk mengiyakan ucapan taeyong, benar dalam keadaan seperti ini dia harus kuat, kedua anak kesayangannya sedang berada di ambang kematian vampire

“ibu, apa sebaiknya kami menyusul chenle dan yangyang?” Tanya lucas kepada taeyong, karena tak tega melihat winwin yang terlihat sangat khawatir

“tidak usah, sebaiknya kau istirahat dan obati luka mu. Mark bantu lucas mengobati luka nya” ucap winwin
“baik yang mulia ratu horatiu” mark mengangguk dengan sopan kepada winwin

Mark dan lucas kemudian menuju ruangan pengobatan umum yang ada di rumah itu, yang terletak berseberangan dengan ruangan penyucian jiwa renjun dan jeno, terihat sangat terang sampai cahaya biru dan merah memenuhi ruangan tersebut.

Beberapa saat kemudian terdengar suara jeritan dari dalam ruangan penyucian, membuat lucas dan mark terkejut

“apa mereka akan baik baik saja?” Tanya lucas pada mark yang masih mengobati luka yang terdapat di punggungnya

“iya, mereka akan baik baik saja”

“tapi kenapa mereka sampai berteriak seperti itu”

“memang seperti itu, jiwa renjun mencoba untuk lepas dari batu permata itu yang akan mengikatnya keluar dari kegelapan”

“lalu bagaimana dengan jeno?”
“aku melihat jiwa jeno ini sedang mencoba untuk keluar dari kegelapan, namun seperti ada yang menghalanginya sehingga jiwa renjun terkunci di sana”

“tapi apa benar baik baik saja?”
“aku yakin akan baik baik saja, ikatan jiwa mereka sangat kuat dan aku yakin penghalang itu akan hancur jika saja …… astaga”

“kenapa mark?”

“chenle dan yangyang ada masalah, aku akan menyusul mereka, dan tolong rahasiakan ini dari yang mulia ratu liviu dan yang mulia ratu horatiu, kau tetap disini jangan keluar. Aku akan mensegelnya agar mereka tak bisa masuk kesini”

Lucas hanya mengangguk, kemudian mark membuat segel di sekitaran ruangan itu agar taeyong dan winwin tidak bisa masuk, walaupun mereka memiliki kekuatan yang besar namun untuk membuka segel yang dibuat oleh elf jenis mark mereka tak cukup mampu, hanya sesama elf yang dapat membukanya

Mythic || Noren (Terbit)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang