T W E N T Y - N I N E

649 77 11
                                        




Tubuh jaemin di letakan diatas sebuah batu besar, tubuhnya di ikat dengan rantai perak, di sekeliling nya terdapat beberapa lilin dan ada obor yang menyala dengan api berwarna putih, lalu sekelompok orang orang dengan jubah hitam dan topeng menutupi wajah, untuk menutupi identitas

Ada seorang pria dengan gagah nya membawa tongkat berbentuk naga, dan di ujung nya terdapat sebuah permata yang menancap tepat pada kepala naga sehingga cahaya menyinari di sekeliling goa di perbukitan jauh dari jangkauan manusia

Tempat itu sengaja di pilih karena akan memudahkan dalam ritual, dan akan dekat dengan gerhana matahari merah yang akan terjadi beberapa jam, dan perkiraan akan muncul tepat pada pukul 10 pagi.

Semua persiapan sudah matang hanya menunggu gerhana tiba maka upacara ritual akan segera di mulai, tak ada yang bersuara di area tersebut hanya beberapa helaian angin yang menerpa pepohonan sekitar, mungkin saja ada yang di tunggu oleh pemimpin di atas sana

Lalu ada pria berbaju tak jauh berbeda dengan mereka yang mengelilingi batu besar itu mendekati sang pemimpin, terlihat bahwa mereka sudah sangat akrab dan benar saja pria itu membisikan sesuatu di telinga sang pemimpin, sontak saja membuat nya menggenggam erat tongkat di tangannya

"kau awasi mereka, ini tidak boleh gagal aku sudah menantikan selama ratusan tahun" ucap sang pemimpin itu dengan aura gelap menyelimuti nya

Lalu pria itu mengangguk dan turun kebawah dengan ekspresi yang sulit dimengerti, ada guratan senyum miring di balik topeng yang digunakannya, lalu dia bergegas menuju ke suatu tempat yang berasa tak jauh dari goa tersebut

Saat berlari dengan cepat, pria itu terhenti saat tangannya di tarik oleh seseorang yang sudah di kenalnya, pria itu melepas topeng nya dan senyum jahat terpasang di mimik wajahnya sambil mengangkat sebelah alis nya

"bagus, lalu apa rencana kita setelah ini? "

"kita harus melepaskan jaemin secepatnya" ucap pria berjubah hitam itu sambil melemparkan topeng ke arah tubuh pria yang sudah tak bernyawa bahkan sudah tak berbentuk

"kau memang hebat ruxandra"

"ini semua berkat dia" renjun menunjuk kearah pria itu

"benar, lalu bagaimana cara melepaskan nya"

"itu akan sangat mudah, setelah yangyang datang kesini pasti dad dan raja jaehyun kesini itu akan sangat mudah melawannya namun kita harus berhati hati, penjagaan sangat ketat untung saja aku tidak ketahuan"

Pria yang menjadi lawan bicaranya sontak memeluk nya dengan erat membuat renjun memutarkan bola matanya malas

"lepas jeno" dengan sekuat tenaga renjun berhasil melepaskan pelukan jeno, tentu saja hal itu sangat mudah baginya

"ayo, kita harus pergi dari sini"

"lalu bagimana dengan mayat dia? "

"sudah lupakan, aku yakin dia akan menjadi santapan beberapa binatang liar disini"

"sungguh kejam"

"cih tidak sadar diri, bahkan kau yang memotong lehernya tadi" renjun pergi meninggalkan jeno dengan cepat menuju tempat persembunyian yang di buatnya, berharap yangyang segera datang dan membawa haechan karena waktu tidak banyak

"waktu nya sebentar lagi, jika upacara itu gagal di hentikan apa yang akan terjadi dengan kita? " tanya jeno sambil menyamakan langkah dengan renjun

"tentu saja semua akan hancur dan kaum kita akan lenyap selamanya" sahut renjun dengan wajah datarnya

"itu sangat mengerikan"

Mythic || Noren (Terbit)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang