T H I R T Y

701 80 2
                                        


Dunia sudah mulai menggelap tanda bahwa matahari akan bersatu dengan bulan yang akan menampilkan sebuah cahaya merah di permukaan bumi, sebagian bumi sudah mulai gelap hanya sedikit cahaya yang menerangi

Api putih mulai di nyalakan tepat pada sebuah tongkat yang terdapat sebuah permata yang bersinar, pantulan cahaya merah matahari yang mulai  bersatu itu membuat tongkat yang terbuat dari emas itu mulai terangkat ke udara

Tubuh dari sosok yang tengah tertidur diatas batu besar mulai bereaksi, matanya tetap terpejam namun di tangannya berjalan sebuah cahaya biru melalui aliran darah,

Orang orang berjubah hitam mengeluarkan sebuah benda terbuat dari mutiara ungu bulat yang dirangkai seperti kalung, masing masing sibuk memitik butiran mutiara satu persatu sambil merapalkan beberapa mantra

Sang pemimpin mulai memejamkan matanya, perlahan tangannya mengambil botol berisikan air mata naga laut dan meneteskan pada sebuah kuali besar berisikan ramuan berwarna hijau tua

Asap keluar dari dalam kuali, permata pada tongkat yang dibawa pemimpin itu mengeluarkan cahaya lebih terang yang dapat membutakan mata manusia biasa, sang pemimpin tersenyum tipis kala asap mulai menjulang kearah langit

Stazzzzhhhh

Sebuah anak panah menancap tepat pada salah satu orang orang berjubah hitam, membuat semua nya berhentik merapalkan mantra dan asap mulai redup, mata sang pemimpin melihat kepada sosok di bawah sana membawa panah

Matanya membulat dengan sempurna saat melihat kearah sosok tersebut, begitu juga dengan orang orang yang ada di atas sana, mereka mulai membuat sebuah pertahanan untuk melindungi sang pemimpin

"tak dapat di percaya" ucap sang pemimpin itu, sorot matanya memancarkan kebencian yang amat sangat dalam, tangan nya mengepal dan sebelahnya segera mengambil tongkat yang hampir terjatuh

Aliran biru yang ada di tubuh jaemin perlahan mulai menghilang, namun matahari sudah hampir sempurna bersatu, cahaya merah yang dihasilkan membuat suasana semakin mencekam

Sedetik kemudian, sosok yang menggunakan pakaian milik orang terdekatnya itu sudah berada di depan barisan yang sudah di buat oleh beberapa orang berjubah hitam dan yang lainnya berlari kebelakang sosok tersebut, membuat sosok tersebut tersenyum miring

"apa kabar, paman kun?" ujar sosok itu sambil berjalan kesamping pelan lalu berbalik lagi, tak lupa tawa kecil keluar dari bibir nya

"bedebah sialan apa mau mu" sang pemimpin yang terlihat sangat kesal kemudian menerobos pertahanan yang di buat beberapa anak buah nya kemudain menarik kerah jubah sosok itu dengan kuat

"singkirkan tangan kotor mu itu kun" sosok itu dengan kuat melepaskan tangan kun dari kerah jubah yang dipakainya nafasnya memburu karena saking kuat pegangan itu sampai membuat nya sesak

"sialan kau mengacaukan semuanya" lalu kun dengan kuat mendorong sosok itu menggunakan tongkat yang digunakannya hingga sobek jubah yang digunakan sosok tersebut dan mengenai kulit perutnya

"aaaarggghhhhh" sosok itu merasakan sakit yang amat sangat karena permata itu mengenai kulitnya, rasa terbakar menjalar ke seluruh tubuh membuatnya lemas, beruntung saat kun hendak memukul lagi sosok itu sudah di bawa pergi

Tak disadari oleh orang orang disana Matahari dan bulan sudah menyatu bahkan sudah bergeser beberapa derajat, membuat kun berdecih kesal, bahkan saat dia akan melakukan ritualnya sosok jaemin sudah tidak ada di tempat

"BRENGSEK" ucap kun dengan keras, tangannya mengepal kuat sampai buku buku jarinya memutih

"tak ada pilihan lain selain melenyapkan bocah sialan itu"

Mythic || Noren (Terbit)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang