T W E N T Y - T W O

753 109 17
                                        










Sekarang mereka pulang sekolah ada tambahan member baru bernama Jaemin, dia murid pindahan dari Australia yang kebetulan satu kelas dengan renjun

"jadi, kau disini bersama ayahmu?" haechan membuka percakapan saat berjalan menuju halte pemberhentian bus depan sekolah yang jarak nya lumayan jauh

"iya, dia kata ada urusan disini jadi aku pun harus ikut dengannya" jawab jaemin sambil memperhatikan jalan ditambah dengan guratan senyum tipis di bibirnya

"kau tinggal di daerah mana, mungkin rumah kita satu arah agar kita bisa berangkat bersama" haechan melingkarkan tangannya di pundak jaemin dan sebelahnya di puncak renjun, membuat renjun melirik sekilas ke arah haechan

Entah mengapa renjun memiliki perasaan yang aneh sejak masuk kelas, pikirannya masih mencerna tentang 2 minggu dan 1 hari yang di ucapkan haechan bahkan guru pun mengatakan hal yang sama

Sedangkan chenle dan yangyang sedang asik kejar kejaran tak memperdulikan abang abang yang sedang asik mengobrol santai, dan jeno dia diam saja tak banyak bersuara hanya mengikuti langkah sambil menggandeng tangan renjun

"jen" suara renjun terdengar membuat 3 pemuda menoleh padanya

"iya, kenapa ren"

"bisa tidak kau lepaskan tanganmu, aku bukan lansia yang akan pergi menyeberang"

"ehehehe" jeno kemudian nyengir sambil melepaskan tangan nya yang menggandeng tangan renjun dengan kuat lebih tepat nya sih merangkul seperti anak kecil yang ikut mama nya belanja di pasar

"dan haechan, singkirkan tangan mu berat"

"nyahahahaha, gini doang berat jaemin aja santai ya ga? " haechan Semakin mengeratkan lingkar tangannya di pundak jaemin membuat jaemin hanya meringis

"astaga haechan kau ingin membuat anak orang mati bengek atau bagaimana, coba kau lihat"

Haechan buru buru melepaskan tangannya dari pundak jaemin, sedangkan sang korban hanya terbatuk karena lehernya tercekik. Sungguh tragis

Setelah beberapa menit kemudian mereka telah sampai di halte, bus akan tiba 10 menit lagi

"abang kenapa sih jalan leo capek, kan kita bisa ter... Ffftt" mulut chenle langsung du bekap oleh yangyang, sungguh licin mulut bungsu Horatiu ini

"diam atau ku jahit bibir kau"

"cihh, berani sini yok gelut" leo sudah ngambil langkah untuk siap menyerang namun yangyang melihatnya tak selera

"ck, bocah"

"apa kau bilang?"

"tidakk, ammpunn maafkan aku tuan muda leo" setelah itu chenle benar benar menyerang yangyang dengan memukul tangannya berkali kali menyebabkan insiden kejar kejaran bak film india

"mereka menggemaskan" ucap jaemin memperhatikan kedua nya yang masih saling mengejar

"yah begitulah mereka tak pernah diam walau hanya sebentar saja, terkadang membuatku sakit kepala" renjun kini mendudukan bokongnya di kursi sebelah jaemin dan sebelahnya jeno yang asik dengan lalu lalang kendaraan bermotor di jalan

"renjun, jaemin, ayo main kerumah ku, aku sendirian ayah dan ibuku sedang perjalanan dinas ke luar kota"

"lah tumben, dulu saja aku tak pernah kau ajak" jeno protes pasalnya selama dia kenal pemuda dengan kulit tan itu  tak pernah mengajaknya main kerumah

"kau tak perlu sebab kau sungguh menyebalkan"

Jeno dia buat cengo dengan haechan, bagaimana tidak dia saja berbicara jarang hanya mendengarkan haechan curhat jika orang tuanya pergi dinas

Mythic || Noren (Terbit)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang