T W E N T Y - E I G H T

693 94 4
                                        



Yangyang sudah sampai di kastil, namun raja yuta masih berasa di ruang rapat bersama dengan para petinggi kerajaan Horatiu, membahas mengenai rencana yang kedepannya

Ratu winwin kebetulan desang lewat hendak menuju ke taman belakang kastil tak sengaja melihat yangyang  sedang mondar mandir di depan ruang rapat kerajaan, lalu ia menghampiri yangyang

"yangyang?" winwin menepak pundak yangyang dari belakang membuat nya terkejut

"yang mulia ratu" yangyang kemudian membungkukan badannya tanda hormat kepada sang ratu vampire itu

"ada apa kau kemari?"

"emm, apa yang mulia raja masih lama? "

"seperti nya tidak, sebentar lagi akan selesai, memang ada apa?"

"begini yang mulia..."

Krekkk

Belum sempat yangyang menjawab pintu ruang rapat kerajaan terbuka dan menampikan sosok yang sangat di segani di kerajaan Horatiu, raja yuta memang sangat di segani dan di hormati oleh penduduk sekitar

"yang mulia" ucap yangyang tak lupa membungkukan badannya

"apa terjadi sesuatu?" tanya yuta seakan tau sesuatu dari sorot mata yangyang yang menyiratkan kekhawatiran

"benar yang mulia, ada yang ingin saya sampaikan"

Lalu yuta mengajak yangyang dan winwin menuju tempat rahasia yang hanya orang orang terpercaya yang dapat masuk salah satu nya yangyang, memang yuta sangat percaya dengan yangyang karena kesetiaannya itu

Mereka sudah tiba di ruangan dengan bebarapa barang antik yang menghiasi di sekitaran bangunan tersebut, ornamen yang sangat kental dengan warna merah tua dan hitam menambah kesan kuat dan aura yang bahkan jika manusia biasa masuk akan langsung tak sadarkan diri

"katakan apa yang terjadi? " yuta menatap tajam yangyang membuat diri yangyang langsung tegang, bahkan kini keringan dingin menetes perlahan di lehernya

"raja, kau menakutinya" winwin menyadari suasana menjadi canggung dan terkesan dingin

"hahaha, apa aku menakutimu yangyang? " suara yuta menggelegar memenuhi ruangan dengan ukuran yang memang tidak terlalu besar itu, yuta menepuk nepuk pundak yangyang sesekali tertawa melihat ekspresi ketakutan yangyang

Yangyang hanya tersenyum kaku, dan menggaruk kecil kepala belakang nya yang tidak gatal, winwin hanya tersenyum melihat kedua nya tersebut dan sesekali menatap ke arah yuta sinis

"baiklah baiklah, cepat katakan apa yang terjadi di luar sana? "

"permata kerajaan liviu telah dicuri"

"dicuri? " mimik wajah yuta kemudian berubah, alisnya mengkerut begitu juga dengan winwin langsung menatap yangyang

"siapa yang mencuri" tanya yuta lagi

"kun, dia juga menangkap jaemin dan sekarang pangeran ruxandra dan pangeran marcel menyusul ketempat persembunyiannya"

"bedebah sialan" yuta mengepalakn kedua tangannya sampai buku buku jari nya memutih, sedangkan winwin mengelus elus pundak yuta takut jika jiwa iblis nya tak terkendali

"apa mau nya, sial" ucap yuta dengan nada terkesan dingin

"apa ada lagi yang ingin kau sampaikan? "

"putra tuan johnny, kami bertemu dengannya dan saya membawa ke rumah pangeran ruxandra jiwa nya di segel, dan mark sedang berusaha untuk membuka segelnya"

Mythic || Noren (Terbit)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang