T W E N T I E T H

1K 123 17
                                        









Renjun dan jeno memasuki area rumah milik keluarga Horatiu tersebut, mereka di sambut dengan seseorang berwajah datar menatap mereka

"eheemm, dari mana kalian? "

"daddy, kami tadi jalan jalan di sekitaran sini" jawab renjun dengan ekspresi wajah yang dibuat senormal mungkin

"berapa banyak? "

"ma maksud daddy em apa? " tanya renjun gugup kala matanya bertemu dengan manik merah gelap itu

"jangan pura pura tidak tau maksud daddy"

"cuma 3 dad" renjun menundukan kepalanya tak berani menatap wajah ayah nya, sedangkan jeno memegang baju renjun di belakang ia pun tak berani

"cuma 3?"

Prok, prok, Prok

Yuta terkekeh melihat wajah putra sulung nya yang pucat pasi, ia pasti setelah ini bisa dapat omelan khusus dari istri tercinta jika membuat putra kesayangannya itu menangis

Yuta melihat jeno di belakang juga terlihat pucat, dia hanya terkekeh melihat 2 orang yang digadang gadang bakal menjadi penerus kerajaan terlihat seperti anak kucing kecebur got

"kenapa cuma 3 saja? " tanya yuta sambil menarik dagu renjun agar menatapnya, sungguh dia tidak suka keadaan ini yang membuatnya terlihat sepeti pedofil yang akan memangsa anak kecil

"takut daddy memarahi ku seperti dulu"

"hahahaha, daddy tidak akan marah"

"Benarkah ?" renjun menatap ayah nya dengan puppie eyes nya membuat yuta lemah, tolong yuta ingin mengunyel unyel renjun jika tidak ada jeno disana, mau di taruh dimana wajah nya

"iya benar, kau sudah masuk usia pendewasaan jadi sudah legal untuk berburu mangsamu sendiri, asalkan kau harus tetap jaga diri dan juga jangan sampai jauh dari jangkauan pangeran jan marcel daddy tidak ingin sesuatu hal buruk terjadi" yuta mengelus kepala renjun dan menatap jeno, yang di tatap hanya tersenyum dan di balas oleh yuta dan kemudian yuta pergi masuk kedalam meninggalkan renjun dan jeno

"jen,, "

"waah raja Horatiu sungguh hebat, damage nya tidak main main keren" jeno terus saja memuji yuta, karena saat awal bertemu dia sudah merasakan aura wibawa dari sosok raja demon tersebut

"jenoo"

"bagaimana bisa ada raja sekeren raja Horatiu bahkan ayah saja tidak terlihat begitu banyak ngebug nya"

"jenoooo"

"ya dewa aku ingin sekali seperti raja Horatiu"

"jenoo"

PLAKKK

akhirnya kesabaran renjun habis, bagaimana tidak kini jeno menggigit dan mengelus elus jubah yang di pakai renjun sambil senyum senyum sendiri

"astaga, sakit"

Jeno mengusap usap pundak nya yang terkena tamparan halus dari renjun sampai baju yang digunakan sedikit robek

"lepas jeno" renjun memutarkan bola matanya, terlihat kesal oleh kelakuan jeno

Jeno yang menyadari hal itu pun segera melepaskan jubah yang sedang dia gigit, terlihat sedikit basah dan berbau

"maafkan aku ren" jeno tertawa renyah melihat apa yang telah dia perbuat, kemudian renjun menatap sinis jeno dan berlalu masuk kedalam rumah

Jeno sangat bersyukur setidak nya dia tidak terkena amukan renjun yang di kenal tak ada ampun

Mythic || Noren (Terbit)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang